Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Memeras Kepsek, Dua Orang Mengaku Wartawan Diciduk Polres Cilegon

0 70

KOTA CILEGON,PenaMerdeka – Polres Cilegon menangkap dua oknum Wartawan karena melakukan pemerasan kepada Kepala Sekolah dan sebuah perusahaan tambang.

Dua oknum wartawan berinisial R dan H yang diketahui berasal media Redaksi Nusantara dan Demokratis ditangkap setelah polisi mendapat laporan dari Kepala SD Negeri Kebon Sari 1 dan SMA Negeri 2 KS Cilegon pada bulan September lalu.

AKBP Rizki Agung Prakoso, Kapolres Cilegon mengatakan, dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku mendatangi sekolah-sekolah di wilayah Cilegon dan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Lalu, keduanya menanyakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diduga diselewengkan oleh pihak sekolah.

“Para tersangka ini mendatangi beberapa sekolah dan beberapa perusahaan wilayah hukum Polres Cilegon. Khusus untuk sekolah mereka menjelaskan ada indikasi sekolahan tersebut melakukan penyelewengan dana BOS, kemudian mereka menawarkan apakah ini akan dimuat di media mereka atau tidak,” Kata Kapolres, Selasa (16/10/2018).

Kemudian Rizki menjelaskan, Setelah melakukan ancaman kepada pihak sekolah, para pelaku kemudian meminta sejumlah uang kepada pihak sekolah sebesar Rp 10 juta.

Karena tidak menyanggupi, Rizki melanjutkan, pihak sekolah memberikan Rp.2 juta kepada kedua pelaku.

“Tanggal 27 September mereka melakukan pemerasan ini di SMA 2 KS. Karena sudah meresahkan, akhirnya ada salah satu guru dari SD Negeri Kebon Sari melaporkan, bahwa pelaku ini sudah pernah mendatangi SDN Kebon Sari pada 4 September yang melakukan intimidasi dan pemerasan. Oknum wartawan ini meminta Rp 10 juta Rp 6 juta akhirnya pihak sekolah menyanggupi Rp2 juta,” jelasnya.

Rizki menuturkan, selain di sekolah, kedua pelaku juga kerap melakukan pemerasan kepada perusahaan dengan mengaku sebagai wartawan. Modusnya para pelaku mendatangi beberapa tempat perusahaan pertambangan kemudian menanyakan perihal perizinannya.

“Kalau dari keterangan tersangka, mereka juga melakukan pemerasan ke perusahaan-perusahaan. Namun, sejauh ini belum ada laporan dari pihak perusahaan,” tuturnya.

Selain kedua tersangka R dan H, Rizki menerangkan ada tiga tersangka lagi yang masih dalam pengejaran.

“Masih ada pelaku lain berinisial L dan dua tersangka lain yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” terangnya.

Rizki menandaskan, dari perbuatan yang dilakukan kedua oknum wartawan tersebut akan dikenakan pasal 368 dan 369 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.(abdul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...