Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Jelang Pemilu 2019 Pengamat Ungkap Resiko Share Sembarangan Kabar Hoax

0 44

KOTA SERANG – Sekarang ini menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 disebutkan pengamat kerap muncul model berita bohong alias hoax. Potensinya dikabarkan merupakan alat saling menjatuhkan dalam kontestasi Pilpres 2019.

“Hoax menjadi alat pertarungan politik untuk saling menjatuhkan, merebut kekuasaan. Oknum-oknum pembuat dan penyebar berita bohong itu nyaris sama sekali tidak memikirkan dampaknya, padahal berita hoax ini sangat berpotensi memecah belah bangsa,” kata Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Syamsul Hidayat saat menggelar Diskusi Publik yang mengusung tema ‘Pemuda dan Literasi Digital menuju Indonesia Anti Hoax’ yang digelar kawasan Ciceri, di Kota Serang, Selasa (23/10/2018).

Menurut Syamsul, perkembangan teknologi komunikasi, tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga memunculkan masalah dan kegaduhan di masyarakat, khususnya arus informasi yang tersebar di media sosial.

“Jelang pesta demokrasi lima tahunan ini, berita hoax sering kali menghiasi dinding-dinding sosial media. Arus penyebarannya cukup masif, sehingga menjadikan hegemoni hoax menjadi konsumsi masyrakat sehari-hari,” ucap Syamsul.

Kondisi ini, lanjut Syamsul tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Semua pihak harus siap melawan hoax, karena dampak dari hoax sangat berbahaya, bisa merugikan individu, kelompok bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Karena berita bohong yang dibuat bisa membuat reputasi buruk bagi bangsa itu sendiri. Bisa menimbulkan konflik sesama anak bangsa,” tuturnya.

Menurut Syamsul, diskusi yang secara khusus mengundang mahasiswa dari berbagai kampus dan lintas organisasi ini diharapkan bisa memberikan edukasi dan pencerahan kepada generasi muda untuk bersama-sama melawan hoax.

“Minimal mereka menggunakan sosial media dengan arif dan bijaksana. Mencermati arus informasi, tidak menjadi korban hoax, maupun penyebar bahkan pencipta hoax,” ujarnya.

Sementara Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi Banten, Suparta Kurniawan yang menjadi narasumber diskusi mengungkapkan, hoax muncul karena dibuat oleh orang atau kelompok untuk kepentingan tertentu.

“Hoax ini bisa menjelma menjadi hidangan bagi siapapun, hoax adalah kejahatan peradaban, makanya cluster pemuda jangan coba-coba untuk menyebar hoax, karena hoax bisa diproduksi oleh siapapun,” kata Sparta.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Banten, Tb. Adam Ma’rifat menjelaskan, fenomena hoax yang semakin hari semakin menjalar, bukan untuk didiamkan, melainkan untuk dilawan bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Persoalan hoax bukan hanya pelaku, tapi juga korban yang seringkali pengen eksis, ikut-ikutan share, maka tabbayun atau klarifikasi menjadi penting. Pemuda harus diedukasi, menahan diri untuk tidak asal share,” tandasnya. (abdul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...