Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Erdogan: Raja Salman Bukan Dalang Pembunuhan Wartawan Tukang Kritik Kerajaan

0 20

WASHINGTON,PenaMerdeka – Recep Tayyib Erdogan, Presiden Turki menyebutkan, bahwa Salman bin Abdulaziz Al-Saud, Raja Arab Saudi bukam sosok dalang dari pembunuhan wartawan tukang kritik kerajaan, Jamal Khashoggi.

Washington Post memberitakan, Namun, Raja Salman percaya sebagai pejabat di tingkat tinggi sebagai dalang pembunuhan tersebut.

“Kita tahu bahwa perintah umembunuh Khashoggi berasal dari tingkat tinggi pemerintah Saudi. Saya tak percaya sedetik pun bahwa Raja Salman, penjaga masjid suci, memerintahkan serangan terhadap wartawan tukang kritik kerajaan,” terang Erdogan, Sabtu (3/11/2018).

Jamal yang sudah setahun tinggal di pengasingan di Amerika Serikat itu dibunuh setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Sebelumnya, wartawan tukang kritik kerajaan itu mendatangi konsulat untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangan, seorang perempuan Turki yang bernama Hatice Cengiz.

“Tak ada alasan untuk percaya bahwa pembunuhan itu mencerminkan kebijakan resmi Arab Saudi. Jadi, itu salah untuk melihat pembunhan Khashoggi sebagai ‘masalah’ antar dua negara,” tuturnya yang mengacu pada Turki dan Saudi.

Erdogan menegaskan, bahwa Riyadh dan Ankara sebagai bersahabat. Namun, tidak berarti bahwa Erdogan akan menutup mata terhadap pembunuhan terencana yang terjadi di depan mata.

Sejauh ini, pemimpin Turki itu mengecam penyelidikan Saudi terhadap kasus Khashoggi. Dia mencatat terdapat upaya pejabat Saudi tertentu menutupi pembunuhan terencana terhadap Khashoggi ketimbang menegakkan keadilan.

“Meskipun Riyadh telah menahan 18 tersangka, ini sangat memprihatinkan bahwa tidak ada tindakan yang diambil terhadap Konsul Jenderal Saudi, yang berbohong melalui giginya ke media dan melarikan diri dari Turki tak lama kemudian,” kata Erdogan.

Demikian juga, penolakan jaksa penuntut umum Saudi, yang baru ini mengunjungi mitranya di Istanbul untuk bekerja sama melaksanakan penyelidikan dan menjawab pertanyaan sederhana yang sangat mengesalkan.

“Undangan untuk penyelidik Turki ke Arab Saudi sebagai pembicaraan lebih lanjut tentang kasus itu terasa seperti taktik putus asa dan disengaja,” tegas Erdogan.

Jaksa di Saudi pada pekan lalu mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan sebelumnya.

Sedangkan, jaksa penuntut umum Turki Irfan Fidan menambahkan, dalam bahwa Khashoggi dicekik sesaat setelah dia memasuki konsulat. Menurutnya, itu sebagai sejalan dengan rencana pelaku.

“Setelah dicekik, jasad wartawan tukang kritik kerajaan itu kemudian dihancurkan dengan dipotong-potong, sekali lagi mengonfirmasi perencanaan pembunuhan,” tambah Irfan. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...