Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Diobati Dengan Antibiotik pada Anak Tingkatkan Risiko Obesitas

0 10

JAKARTA,PenaMerdeka – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak yang diobati dengan antibiotik sebelum usia dua tahun bisa berisiko menjadi gemuk.

Peneliti Amerika Serikat (AS) melihat dampak dari pengobatan umum infeksi menunjukkan gangguan bakteri dalam usus bisa berefek jangka panjang pada metabolisme anak dan meningkatkan berat badan.

Mengutip dari Independent, menurut hasil analisis kelompok anak di AS menunjukkan bahwa 26% lebih mungkin didiagnosis obesitas jika mereka diobati dengan antibiotik. Risiko kenaikan berat badan meningkat dengan beberapa perawatan.

Peneliti juga menyatakan dampak yang lebih kecil dari obat-obatan yang diambil untuk mengekang asam lambung yang berlebihan jarang digunakan pada anak-anak di Inggris.

Hasil itu dipublikasikan di jurnal Gut bertujuan guna menilai penggunaan antibiotik dan resep antasid pada anak usia dini yang memiliki diagnosis obesitas.

Menggunakan catatan kesehatan lebih dari 333.000 bayi tercatat ke dalam database Sistem Kesehatan Militer AS antara 2006 dan 2013 menunjukkan hampir tiga perempat atau 72,4% telah diresepkan antibiotik.

Usia tiga tahun, 46.993 atau 14,1% anak-anak menjadi gemuk, di antaranya 9,628 belum diresepkan antibiotik ataupun penekan asam lambung. Karena penelitian observasional, peneliti tak dapat menentukan penyebabnya.

Dr Max Davie, petugas promosi kesehatan Royal College of Paediatrics dan Child Health mengatakan, meski dilaporkan sebagai penelitian terbesar dari jenisnya, terdapat keterbatasan yaitu observasi dan tak bisa menemukan penyebabnya.

‚ÄúDikatakan, tingkat obesitas pada anak di Inggris berada pada titik krisis dengan satu dari tiga anak-anak kelebihan berat badan atau obesitas saat mereka meninggalkan sekolah dasar.”

“Kami juga berjuang melawan resistensi diobati dengan antibiotik sehingga setiap dosis yang dapat dihindari sepanjang perjalanan hidup bermanfaat bagi penyebabnya. Oleh karena itu kami perlu mengakui temuan ini dan melakukan peninjauan lebih lanjut,” pungkasnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...