Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pelayanan Kesehatan Dianggap Buruk, BWTR Geruduk BPJS Kota Tangerang

0 42

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Ratusan orang yang tergabung dalam BPJS Watch Tangerang Raya (BWTR) dan serikat buruh dibawah naungan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menggelar unjuk rasa menuntut perbaikan pelayanan kesehatan di Kota Tangerang.

Aksi dilakukan di depan Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Cikokol, Kota Tangerang pada Selasa (6/11/2018). Peserta aksi menilai pelayanan BPJS kesehatan yang dinilai semakin buruk, apalagi setelah terjadi defisit anggaran kesehatan sebesar Rp.16,58 triliun.

“Baru saja rakyat Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN), tetapi pelayanan kesehatan di BPJS dari hari ke hari semakin buruk. Padahal, padahal mereka membayar iuran tiap bulannya,” kata H Sugandi Koordinator aksi, Selasa (6/11/2018).

Sebelumnya, Sugandi menuturkan, buruknya kinerja BPJS terlihat dari sulitnya para peserta untuk mendapatkan kamar perawatan ICU, Isolasi dan ruang perawatan intensif lainnya.

Sekarang kalau diambil contoh bukti pelayanan kesehatan jelek adalah untuk mendapatkan ruang perawatan biasa saja sangat sulit. Dan anehnya, kalau ada uang (perawatan mandiri tanpa kartu BPJS) kamar-kamar perawatan yang semula dikatakan penuh, tiba-tiba tersedia,” tuturnya.

Dari pantauan dan advokasi yang dilakukan BWTR, Sugandi memaparkan, pada bulan ini ada dua orang peserta BPJS kesehatan yang meninggal dunia tanpa mendapatkan hak.

“Seperti contoh kasus Almarhum Winarna, peserta BPJS kesehatan dengan Nomor 0001659024112 jatuh dari tangga rumahnya dan mengalami luka parah dibagian kepala, lalu dirawat di RS Sari Asih Sangiang, Kota Tangerang dengan biaya sendiri, hingga akhirnya meninggal dunia,”

Sugandi mengungkapkan, BPJS kesehatan sama sekali tidak mau menjamin karena korban disebut kecelakaan kerja, padahal Alm. tercatat sebagai peserta mandiri yang hanya memiliki kartu BPJS kesehatan saja.

“Contoh kasus diatas hanya sebagian kecil kejadian yang merugikan pasien yang menjadi peserta BPJS kesehatan. Kita malah menjadi was-was,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Sugandi memungkaskan, BWTR menuntut mundur oknum BPJS kesehatan. Kami juga meminta Pemerintah Kota Tangerang bertanggung jawab atas buruknya pelayanan, dan meminta oknum pejabat PT Jasa Raharja serta oknum pejabat Kepolisian Lalu lintas yang mempersulit pasien kecelakaan untuk mundur dari jabatannya.

“Semoga dengan unjuk rasa ini, pelayanan kesehatan khususnya di Kota Tangerang menjadi baik dan masyarkat yang menjadi peserta BPJS bisa menikmati program kesehatan ini,” pungkasnya. (hisyam/ari).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...