Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Ternyata! Efek Tak Berolahraga Lebih Buruk Dibanding Merokok

0 93

ATALANTA,PenaMerdeka – Penelitian terbaru mengungkapkan, bahwa efek tak berolahraga atau tidak aktif ternyata lebih buruk bagi kesehatan daripada merokok, diabetes dan penyakit jantung.

Melansir dari CNN, Dr Wael Jaber, ahli jantung di Cleveland Clinic dan penulis senior penelitian tersebut menyatakan hasil penelitian terbarunya itu sangatlah mengejutkan.

“Menjadi tak sehat di treadmill atau dalam tes latihan stres mempunyai prognosis lebih buruk, sejauh kematian, daripada menjadi hipertensi. Menjadi diabetes atau perokok saat ini,” kata Jaber.

Peneliti mempelajari 122.007 pasien yang menjalani tes treadmill di Cleveland Clinic antara 1 Januari 1991 dan 31 Desember 2014 lalu untuk mengukur semua penyebab kematian yang berkaitan dengan manfaat olahraga dan kebugaran.

“Pasien dengan tingkat latihan terendah menyumbang 12% dari pesertam Penyakit kardiovaskular dan diabetes penyakit paling mahal di Amerika Serikat. Kami menghabiskan USD200 miliar per-tahun untuk mengobati penyakit ini dan komplikasi,” cakapnya.

Manfaat olahraga terlihat semua usia baik pria atau wanita. Kendati demikian, penelitian menunjukkan manfaat lebih banyak didapat pada wanita. Sementara, risikonya lebih mengejutkan saat membandingkan dengan mereka yang tidak banyak berolahraga.

Penelitian sedikit lebih menonjol kepada wanita. Anda berusia 40-an atau 80-an, Anda bakal mendapat manfaat dengan cara yang sama. Bahkan, faktor risiko merokok, diabetes atau bahkan penyakit stadium akhir.

“Dibandingkan orang dengan gaya hidup yang tak aktif dengan mereka yang rajin berolahraga, risiko yang terkait dengan kematian adalah 500% lebih tinggi,” tegasnya.

Apabila Anda membandingkan risiko duduk versus kinerja tertinggi pada saat tes latihan, risikonya sekitar tiga kali lebih tinggi daripada mereka yang aktif merokok.

Sedangkan, dibandingkan dengan seseorang yang tidak banyak berolahraga dengan yang berolahraga secara teratur, menunjukkan risiko 390% lebih tinggi.

Untuk pasien, terutama yang menjalani gaya hidup sedentari, peneliti menyarankan agar meminta panduan dari dokter untuk berolahraga. Tidak ada batasan usia yang tak mendapat manfaat dari fit secara fisik. (PenaMer)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
HPN
Loading...