Samsat Capai Target Pajak, Ini Penjelasan Bapenda Banten

0 404

BANTEN,Penamerdeka – Opar Sohari Kepala Bapenda Pemprov Banten menyebut ada sebelas Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Samsat yang tersebar di kota dan kabupaten di Provinsi Banten.

Hingga tutup buku pada 31-12-2018 lalu, menurutnya sebagai instansi penerima PAD, rata-rata UPT Samsat di Banten telah mencapai target pajak dari Pemprov Banten.

“Bahkan ada sejumlah Samsat yang melebihi 100% target pendapatan yang kita minta. Alhamdulillah total dari target Rp 5,9 triliun pajak yang ditargetkan gubernur Banten, target kita bahkan terlampaui sekitar 107%,” ucap Opar, Rabu (2/1/2018).

Setiap UPT Samsat, menurutnya sudah diberikan target pendapatan. Dan disesuaikan dengan taraf ekonomi masyarakat dan daerah masing-masing. 11 Samsat yang ada diakuinya memang diandalkan untuk memungut pajak kendaraan bermotor (PKB).

Namun demikian ada 5 sektor sumber jenis pajak yang berada dalam kewenangan pihaknya.

“5 jenis pajak daerah yang kita tangani. Yakni bersumber dari PKB, pajak BBMKB, pajak air permukaan, bahan bakar kendaraan bermotor serta pajak rokok,” tandas Opar.

Menurutnya, UPT Samsat Balaraja di Kabupaten Tangerang menempati tingkat tertinggi untuk target capaian pendapatan pajak. Dan selama ini menjadi terbesar penyumbang PAD untuk Provinsi Banten dari sektor pajak daerah.

Kata Ika Sri Erika Kasi Penetapan dan Pendapatan Samsat Balaraja mengatakan, pihaknya telah berhasil merealisasi target pendapatan pajak daerah dari Pemprov Banten melalui Bapenda.

“Total target yang diminta dari Pemprov Banten senilai Rp 1.100.557.440.000. Dan terealisasi senilai Rp 1.151.725.402.067. Kalau dikalkulasi kita sudah melampaui target. Dan jika dipersentasikan mencapai 104,65% dari target,” kata Ika.

Dia merinci bahwa target pendapatan dari sumber PKB sebesar Rp 547.086.440.000. Dan terealisasi Rp 588.319.109.725,- atau mencapai 107,54%.

Sementara dari sumber pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) 1 kita dibebankan sebesar Rp 534.238.000.000,- dan tercapai hingga Rp 543.912.329.500,- atau jika dipersentasikan dari target mencapai 101,81%.

Memang kata Ika untuk capaian BBNKB II tidak mencapai target. Pada 2018 pada sumber pajak daerah ini kita ditargetkan Rp 12.484.000.000.

“Kekurangannya sangat tipis dari target yakni terealisasi Rp12.290.218.000 atau hanya mencapai 98,45%,” ujarnya menerangkan.

Tetapi jika dikalkulasi target global pajak daerah dari BBNKB I & BBNKB II yang sebesar Rp 546.722.000.000 namun bisa dipastikan sebesar Rp 556.202.547.500. Atau mencapai sebesar 101,73%.

Sementara untuk capain pajak air permukaan (AP) UPT Samsat ditempatnya kata Ika berhasil memungut Rp Rp 7.203.744.841,75 dari yang dibebankan sebesar Rp 6.749.000.000.

“Artinya melebihi yang ditargetkan lantaran jika dipersentasikan mencapai 106,74%,” tegasnya.

Dia menandaskan, soal capaian yang didapat UPT Samsat Balaraja tak lepas karena adanya kerjasama yang baik dari mitra Polda Banten. (#redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...