Mencium Pakaian Berkeringat Pasangan Bisa Kurangi Stres

0 332

JAKARTA,PenaMerdeka – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa mencium pakaian berkeringat pasangan dapat mengurangi tingkat stres. Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Birmingham Live.

The New Indian Express memberitakan, aroma keringat pasangan seseorang dapat menjadi terapi. Namun, keringat orang lain bisa berdampak buruk pada individu tersebut.

Temuan terbaru ini menunjukkan bahwa wanita akan merasa lebih tenang, setelah terkena aroma pasangannya dan menurunkan kadar hormon stres kortisol.

Penelitian ini melibatkan 96 pasangan lawan jenis. Saat mulai, pria diberi kaus bersih untuk dipakai selama 24 jam dan diminta untuk tak menggunakan deodoran atau produk tubuh beraroma lainnya.

Mereka dilarang merokok dan makan makanan tertentu yang bisa mempengaruhi aroma mereka. Sebagai bagian dari penelitian, t-shirt pria dibekukan agar menjaga bau pakaian mereka.

Para wanita diberi kaus untuk mencium bau yang segar atau sudah dikenakan pasangan mereka atau orang asing, tanpa memberitahu mereka baju mana yang mempunyai bau dan yang tidak.

Tes stres lalu dilakukan, dimana wawancara pekerjaan dan memberikan tugas matematika. Para wanita harus menjawab pertanyaan tingkat stres mereka dan memberikan sampel air liur untuk mengukur kadar kortisol.

Selanjutnya, perempuan ini diminta untuk menjadi pencium karena mereka cenderung memiliki indra penciuman yang lebih baik daripada pria.

Saat akhir penelitian, disimpulkan bahwa wanita yang mencium bau baju pasangannya merasa kurang stres baik sebelum dan sesudah tes stres.

Perempuan juga yang mencium bau baju pasangannya dan mengidentifikasi aroma dengan tepat juga terdeteksi dengan kadar kortisol yang lebih rendah lagi. (riri)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE