Helmy Halim ads

Ribuan Tabloid Indonesia Barokah Sengaja Ditahan di Kantor Pos, Ini Kajian Bawaslu Banten

0 326

BANTEN,PenaMerdeka – Tabloid Indonesia Barokah pada Rabu (24/1/2019) secara massif sudah menyebar ke beberapa titik daerah di Provinsi Banten melalui sejumlah kantor Pos Indonesia yang berada di kota dan kabupaten di Banten.

Tabloid yang dikabarkan dikirim dari Bekasi, Jawa Barat itu sebagian sudah menyebar ke sejumlah pondok pesantren di Banten. Sebagian lagi distribusinya sengaja diminta ditahan di kantor pos masing-masing. Sebab, pihak Bawaslu sedang mengkaji soal isi konten Tabloid Barokah sebelum menyebar luas.

“Ada 6 Bawaslu Kota dan Kabupaten yang sudah melapor ke Bawaslu Provinsi Banten. Tabloid datang secara massif ke sejumlah wilayah di Banten,” ucap Didih M Sudih Ketua Bawaslu Provinsi Banten, dihubungi penamerdeeka.com, Kamis (24/1/2019).

Menurutnya, hanya Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang tidak melaporkan terkait keberadaan tabloid saat menjelang Pilpres 2019 mendatang tersebut.

Kata Didih, pihaknya sejauh ini sedang berkoordinasi dengan Bawaslu RI, pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Sebab, perihal konten dalam tabloid apakah termasuk kategori mendiskriditkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden sedang dalam pengkajian.

Selain itu Didih menegaskan, tabloid berjumlah ribuan yang sudah terkemas dan tinggal didistribusikan itu saat ini juga menunggu kajian dari Dewan Pers.

“Apakah itu masuk kategori sebagai produk media atau bukan ada dalam keputusan Dewan Pers. Tetapi meskipun masuk kategori produk media berita kalau kontennya bersisi kampanye Pilpres, saat ini kan belum masuk masa kampanye,” kata Didih.

Nantinya kalau semuanya dipastikan tidak bermasalah dalam pidana, pelanggaran pemilu dan Tabloid Barokah memang layak masuk dalam kategori media pemberitaan maka distribusinya tidak akan ditahan di Kantor Pos.

Namun demikian jika nanti ditemukan adanya pelanggaran maka akan diproses. Bawaslu Banten saat ini bertugas untuk mengawasi dan dalam kotek pencegahan menjelang Pemilu 2019 mendatang.

“Sampai saat ini kita memang masih imbau supaya kantor pos yang mendapati jasa kiriman tabloid itu untuk menahan pendistribusianya sampai nanti semuanya clear,” tandas Didih. (ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Zulfikar turut berduka
Disarankan
Loading...