Ads Helmi Halim

Terlambat 3 Menit, Menteri Jepang untuk Olimpiade Didesak Mundur

0 195

TOKYO,PenaMerdeka – Menteri Jepang untuk Olimpiade dan Paralimpik, Yoshitaka Sakurada, meminta maaf terlambat tiga menit saat hadiri rapat kerja dengan parlemen secara terbuka karena Kamis (21/02) lalu.

Melansir dari BBC, Minggu (24/2/2019), anggota parlemen dari kubu oposisi menyebut keterlambatan Sakurada itu menunjukkan sikap tak hormat serta menyebabkan rapat komite anggaran tertunda lima jam akibat protes.

Para anggota legislatif itu pun sangat marah terhadap Sakurada yang mereka sebut melakukan sejumlah kesalahan berturut-turut.

Pada lekan lalu, Sakurada menyatakan, bahwa kekecewaannya setelah perenang andalan Jepang di olimpiade, Rikako Ikee, didiagnosa mengidap leukemia.

“Itu adalah calon peraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Seorang atlet yang sangat kami harapkan. Saya sangat amat kecewa,” tegas Sakurada dalam keteranganya.

Tahun 2016 lalu, Sakurada juga memicu kemarahan publik karena menyebut perempuan yang dipaksa berikan layanan seksual pada prajurit Jepang saat perang dunia sebagai ‘pelacur profesional’.

Kelompok oposisi pun terus mendesak agar Sakurada lengser dari pemerintahan. Hal itu karena sudah beberapa kali membuat kesalahan yang berat.

Meski terlambat hadir rapat tak dianggap kesalahan kultural yang mengerikan, oposisi menyebutkan insiden terakhir sebagai bagian tak terpisahkan dari kesalahan Sakurada.

Dalam jajak pendapat kompetensi Sakurada, 65% responden menyebutnya tidak pantas menyandang jabatan menteri. Survei tersebut diterbitkan koran Asahi Shimbun.

Diketahui, Sakurada ditunjuk menjadi menteri urusan Olimpiade Oktober 2018 lalu. Salah satu tugasnya mencegah serangan siber mengganggu olimpiade yang bakal digelar di Tokyo tahun 2020. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...