KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Besarnya anggaran yang digelontorkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) untuk program transportasi Trans Anggrek Circle Line disebut sejumlah orang tak sesuai azas manfaat alias mubazir.

Seperti diketahui, pada Mei 2015 moda transportasi massal yang digadang-gadang Pemkot Tangsel sebagai penunjang sarana transportasi Smart City resmi diluncurkan.

“Anggaran yang di keluarkan dari APBD untuk satu unit bus adalah sebesar 1,25 Milyar dan jika dijumlahkan dengan 5 bus maka total yang keluar dari APBD adalah sebesar 6,25 Miliyar. Belum lagi biaya-biaya lain untuk penyediaan halte, perawatan dan oprasional bus,” kata Aan Dirga, Koordinator Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) Tangerang, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/2/2019).

Dengan anggaran penyediaan yang begitu besar, menurut Aan, bukan berarti pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak melakukan evaluasi dari efektifitas bus Trans Anggrek ini.

Buktinya, data dalam Sirup (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) LKPP ( Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) menyebutkan pada Tahun 2019 ada paket Kajian Analisis Potensi Demand dan Kebutuhan Prasarana Koridor Trans Anggrek dengan pagu anggran sebesar 53 juta.

Selain itu, Aan melanjutkan, pada tahun yang sama ada Pagu anggaran Pemeliharaan Halte dan Skema Modeling Operasional Trans Anggrek Kota Tangerang Selatan masing-masing sebesar 49 juta dan 53 juta.

“Anggaran yang sangat besar yang hanya digunakan untuk melaksanakan kajian. Selain itu, pada tahun 2018, pemerintah juga menganggarkan untuk pengukuran kinerja Trans Anggrek Circle Tangsel sebesar Rp.50 juta,” ungkapnya.

Aan berujar, Anggran besar yang dikeluarkan pemerintah setiap tahunya, untuk kajian dan evaluasi tidak mengubah fakta dilapangan. Bahwa Trans Anggrek tak ubahnya bus siluman yang mondar-mandir dan mangkal tidak jelas.

“Harusnya Pemkot Tangsel bentindak pintar juga dengan mempublikasi hasil evaluasi bus Trans Anggrek dan sajauh mana pemerintah melaksanakan rekomendasi dari program kajian dan evaluasi yang memakan banyak duit rakyat tersebut,” pungkasnya. (ari tagor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *