Ads Helmi Halim

TRUTH Desak Bawaslu Tuntaskan Kasus Dugaan Money Politic Caleg di Tangsel

0 420

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Menjelang detik-detik hari pencoblosan Pemilu serentak pada 17 April lalu, Bawaslu Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapati temuan praktik kasus dugaan money politik calon anggota legislatif (Caleg).

Bawaslu Tangsel mengklaim sebelum hari H pencoblosan sudah melakukan monitoring di setiap wilayah. Kasus yang terjadi di wilayah Lengkong Wetan berawal lantaran adanya temuan masyarakat.

Menurut Ahmad Priatna Koordinator Divisi Monitoring dan Kebijakan Publik TRUTH, kasus bagi-bagi uang dalam Pemilu merupakan praktik curang untuk menang.

“Kita perlu apresiasi kinerja Bawaslu Tangsel karena cepat merespon dugaan politik uang yang terjadi di Lengkong Wetan, namun yang mesti kita tanyakan apakah kinerja Bawaslu Tangsel sudah maksimal,” kata Ahmad Priatna dihubungi penamerdeka.com, Jumat (19/4/2019).

Oleh sebab itu, masyarakat harus diajak mengawasi temuan kasus bagi-bagi uang ini supaya Bawaslu Tangsel menuntaskan kasus tersebut.

“Jadi jangan hanya sekedar formalitas namun tidak ada titik jelas penyelesaiannya. Harapan masyarakat tentunya harus ada efek jera kepada pelaku pelanggar Pemilu,” ucapnya.

Sebab, cara ini masih sangat ampuh buat menjaring masyarakat yang cenderung masih pragmatis, meskipun hal ini sejatinya dilarang dalam aturan Pemilu.

Ahmad Priatna melanjutkan, merujuk UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu Pasal 523 poin 3 dijelaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja pada hari pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih untuk memilih Peserta Pemilu tertentu akan dipidana.

Kata dia, pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah).

“Sesuai aturan, Bawaslu harus menuntaskan, apabila selama waktu tersebut tidak ada hasil yang bisa dipublikasikan. Maka kami akan laporkan bawaslu ke pihak yang berwenang,” tegasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, temuan dari masyarakat yang dilanjutkan Bawaslu Tangsel terdapat 4 lembar uang pecahan Rp 50 ribu berikut kartu nama Caleg DPRD Kota Tangsel dan ada logo Partai Demokrat, Dapil Serpong-Setu.

“Ini bukan laporan, tapi temuan dari masyarakat terkait adanya bagi-bagi uang,” ucap Ketua Bawaslu Tangsel Muhamad Acep, beberapa waktu lalu. (ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...