Pengungkapan Pelaku Perampokan Toko Emas Balaraja Asal Malaysia Berawal dari Hal Ini

0 231

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Pengungkapan kasus perampokan Toko Emas Permata di Balaraja, Kabupaten Tangerang, yang ternyata pelakunya berasal dari negeri tetangga, Malaysia, salah satunya karena kecerdikan polisi dalam menginvestigasi kasus.

Menurut Kapolrestra Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif saat menggelar jumpa pers, kami mengumpulkan berbagai keterangan dan informasi sekecil apa pun.

Segala keterangan, bukti-bukti petunjuk, dan olah TKP, kami himpun dan kami analisis dengan metode investigasi ilmiah (scientific crime investigation).

“Saat melakukan aksi mereka juga menggunakan kendaraan roda empat,” kata Kapolres, Kamis (11/7/2019).

Dan keduanya, memanfaatkan aplikasi google street dan waze untuk sasaran toko emas yang akan dirampok.

“Masih menggunakan mobil sama, sebelum merampok toko emas permata pelaku sempat merampok Pom Bensin di Balaraja juga,” ucapnya.

“Untuk menakut nakuti korban, pelaku saat melakukan aksinya hanya menggunakan korek api yang mirip dengan jenis pistol,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif dalam keterangan kepada wartawan dli Tangerang, Banten, Kamis (11/7/2019).

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 15 Juni 2019 pagi, saat itu toko sedang melayani pelanggan.

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan para saksi, anggota bergerak dimulai dari penyelidikan status kepemilikan kendaraan yang digunakan para pelaku.

“Kami kemudian bergerak menelusuri status kepemilikan kendaraan. Plat nomor palsu sempat menyulitkan penelusuran kami. Namun dari segala rangkaian penyelidikan dan investigasi mendalam, pada tanggal 27 Juni 2019 berhasil mengidentifikasi status kepemilikan kendaraan yang digunakan para tersangka,” tukas Kapolres.

Sabilul Alif mengungkapkan, mobil Avanza warna putih yang disewanya merupakan kendaraan milik sebuah rental mobil di Kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Kata Kapolres, dari pembeberan pemilik rental kendaraan bisa diketahui bahwa WNA asal Malaysia menggunakan jasa sewa mobil untuk melakukan aksi merampok.

“Kata pemilik rental, mobil itu disewa oleh 2 orang pada tanggal 13-15 Juni 2019,” ucapnya.

Kami kemudian melakukan pendalaman dari identitas penyewa kendaraan. Dari serangkaian penelusuran, kedua penyewa kendaraan merupakan warga negara asing (WNA) dari Malaysia. MNF merupakan pria kelahiran Selangor, Malaysia, 12 Desember 1993. Sedangkan MNI adalah pria kelahiran Kuala Lumpur, Malaysia pada 22 Mei 1995.

Kedua pria itu termonitor memasuki Indonesia pada tanggal 13 Juni 2019 dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur ke Bandar Udara Internasional Soekarno- Hatta.

Pada tanggal 15 Juni 2019 sekitar pukul 18.30 WIB, kedua pria itu tercatat kembali ke Malaysia dengan rute penerbangan yang sama. Tanggal 28 Juni 2019,

Kami mengidentifikasi rekam data kedatangan dan keberangkatan kedua pria itu dari Imigrasi. (sarinan)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Pilkada Tangsel 2019
Disarankan
Loading...