Gerindra Ads

Mendadak 21 RS di Banten Turun Kelas, WH Komplain ke Kemenkes

0 439

BANTEN,PenaMerdeka – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) melayangkan komplain atas kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang terkesan mendadak merekomendasikan penurunan kelas 21 rumah (RS) di Banten.

Pasalnya kata WH, kebijakan yang diambil Kemenkes kontraproduktif dengan program yang dijalankan pemerintah provinsi (Pemprov) Banten saat ini.

“Itu yang kita protes. Kalau kita melihat kebijakan ini kontraproduktif, ketika pemerintah daerah sedang mengembangkan, meningkatkan kualitas rumah sakit pelayanan. Ini menjadi ironi,” ujar kepada wartawan membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II angkatan XXI di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Menusia Daerah (BPSDM) Banten, Selasa (23/7/2019).

Saat ini Pemprov Banten secara aktif melakukan peningkatan kapasitas RS. Dia mencontohkan pelayanan di RSUD Banten yang terus tingkatkan baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun fasilitas.

“Kita melakukan peningkatan di bidang kesehatan, apa alasannya (merekomendasikan penurunan tipe). Ketika untuk (tipe) B sudah kita penuhi dengan mengangkat dokter spesialis dan fasilitas enam poli yang kita penuhi,” katanya.

Gubernur mensinyalir, penurunan kelas RS berkaitan dengan pelayanan asuransi Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS). Sebab, penurunan kelas tersebut terkesan dilakukan secara tiba-tiba.

“Rumah sakit kita bangun, kita tingkatkan tapi tiba-tiba kenapa diturunkan, degradasi peringkatnya. Apa ada kaitan dengan pelayanan BPJS? Ini kita lagi coba pertanyaan,” ungkapnya.

Gubernur menegaskan, akan menyampaikan keberatanya secara resmi ke pemerintah pusat.

Kini dia sedang berkoordinasi dengan jajarannya. Dalam penyampaian keberatan, pemprov juga akan membawa sejumlah data pendukung khususnya untuk RSUD Banten. Data itu untuk menunjukan jika rekomendasi turun kelas merupakan hal yang tidak tepat.

“Saya tugaskan sekda melakukan koordinasi, membuat proposal rumah sakit provinsi. Fasilitas sudah punya, dokter spesialis sudah punya,” tuturnya. (rd)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...