Rusia dan China Patroli Udara Bersama di Asia Pasifik

0 203

MOSKOW,PenaMerdeka – Kementerian Pertahanan Rusia bakal melakukan patroli udara jarak jauh bersama pertama dengan China di Asia Pasifik. Rusia juga menegaskan mereka tak melanggar wilayah udara negara lain.

DKementerian Pertahanan Rusia menyatakan, dua pembom strategis Tu-95MS Rusia dan dua pembom strategis H6-K China terbang dengan rute yang direncanakan sebelumnya di atas “perairan netral” di Laut Timur dan Laut China Timur.

Kementerian Rusia mengklaim semua pilot Rusia dan China mematuhi peraturan internasional terkait dan menolak klaim Seoul satu pesawatnya melanggar wilayah udara Korea Selatan dua kali.

Melansir dari kantor berita pemerintah Rusia, TASS, Komandan pasukan penerbang jarak jauh Rusia Sergei Kobylash membantah ada serangan udara yang terjadi dan menuduh pilot Korsel bermanuver berbahaya dengan menyebutnya sebagai “hooliganisme udara.”

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan, ada lima pesawat Rusia dan China memasuki zona pertahanan udara Korea pada hari Selasa.

Sebuah pesawat peringatan dini dan kontrol Rusia A-50 memasuki wilayah udara Korea di dekat pulau Dokdo, mendorong jet tempur F-15 dan F-16 Korsel di dekatnya menembakkan suar dan 360 tembakan peringatan.

Jepang mengklaim Dokdo sebagai miliknya, mengatakan pihaknya meluncurkan jet tempur dalam menanggapi pelanggaran wilayah udara dan mengajukan pengaduan resmi terhadap Moskow dan Seoul. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE