LPA Sebut Pelaku Kasus Kekerasan Anak di Banten Kerap Orang Terdekat

BANTEN,PenaMerdeka – Fenomena kasus kekerasan seksual anak di Banten disebutkan masih memprihatinkan. LPA Provinsi Banten mencatat pada semester pertama tahun 2019 pelakunya merupakan orang terdekat di lingkungan korban.

LPA Provinsi Banten dalam acara Dialog Publik Hari Anak Nasional bekerjasama dengan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Banten dan sejumlah dimotori organisasi pegiat anak, yakni Pergerakan Relawan Mahasiswa Cinta Anak (PERMATA) Banten, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Untirta, Forum Anak Kabupaten Serang (FAKS), dan Forum Mahasiswa Peduli Anak Provinsi Banten menyebutkan, permasalahan anak harus diselesaikan secara bersama.

Hendry Gunawan Sekretaris LPA Provinsi Banten juga menyatakan, penyelesaian kasus tindak kekerasan anak harus ada peran pemerintah, masyarakat, dan terutama orang tua.

“Semua elemen dari pemerintah, masyarakat serta orangtua harus aktif membantu kasus kekerasan pada anak,” kata Hendri Gunawan, Senin (29/7/2019).

Dia menjelaskan, ada sebanyak 38 kasus yang diterima di semester pertama (Januari-Juni) 2019 ini. Dari 38 kasus tersebut ada 22 kasus yang masuk didominasi kasus kekerasan seksual.

“Dibandingkan sebelumnya, penanganan kasus di tahun ini cukup mengkhawatirkan karena para pelaku adalah orang-orang terdekat korban. Oleh karena itu, kita memerlukan adanya LPKSA (Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial Anak) atau Pusat Terpadu Rehabilitasi Anak,” ucap Hendri Gunawan.

Tujuan adalah, nantinya para korban maupun pelaku dari kalangan anak-anak bisa ditangani tanpa harus digabungkan dengan narapidana dewasa atau dalam bentuk LPAS (Lembaga Penempatan Anak Sementara) yang merupakan amanat dari Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Sementara Erminiwati, Kabid PPA DP3AKKB, menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten harus berbangga karena delapan kabupaten kota yang ada sudah mendapatkan penghargaan KLA (Kabupaten Kota Layak Anak).

“Delapan kota dan kabupaten di Banten sudah berpredikat layak anak,” ucap Erminawati.

Selain itu, kita juga patut berbangga karena Provinsi Banten menjadi empat besar se-Indonesia sebagai pelopor provinsi layak anak. (rd)

Disarankan
Click To Comments