Balada Guru Honor di Kota Tangerang, Setiap Libur Panjang Terima Gaji Minim

0 281

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Sejumlah guru honor di Kota Tangerang meradang. Bukan tanpa sebab, lantaran soal pemotongan gaji yang diterima para pahlawan tanpa jasa ini.

Kata salah seorang guru honor SD berplat merah di bilangan Ciledug yang enggan disebutkan namanya, sebelumnya yang dia tahu, perihal pemotongan gaji karena adanya perjanjian Juknis di Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang.

“Kalau saya waktu itu dipotong Rp700 ribu dari nerima gaji Rp2,5 juta. Nah, teman (guru honorer) lainya bertanya dong kepada ada pemotongan seperti ini?” terangnya kepada penamerdeka.com, Jum’at (24/8/2019).

Kata dia, pemotongan gaji para oemar bakri ini dikarenakan terhitung setiap libur tanggal merah. Maksudnya, seperti libur Idul Fitri ataupun saat proses Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB). Meskipun dia juga mengaku mendapat tunjangan lain.

“Namun kita juga dapet tunjangan fungsional, tapi gak semua. Kami juga gak paham itu apa. Kalau itu satu guru tidak setiap tahun dapat, jadi satu tahun sekali,” jelasnya.

Dia juga mempertanyakan kenapa gaji guru Bahasa Inggris dengan Seni Budaya dan Prakarya tidak masuk dalam kinsep gaji dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

“Nah kalau gaji guru Bahasa Inggris ama Seni Budaya dan Prakarya itu masuknya ke dana BOS. Tapi, gajinya itu kebijakan sekolah. Dan kenapa juga gaji guru honorer SD dan SMP beda nominalnya,” katanya.

Ia berharap, agar gaji para guru honorer tidak ada lagi pemotongan walaupun itu tanggal merah atau yang lainnya.

“Ya kita berharap ngga ada pemotongan lagi. Katanya guru honorer kalau gajinya mau full harus membuat penelitian tindakan kelas (PTK). Tapi anehnya PTK itu harus disaat libur,” imbuhnya.

Setali tiga uang, hal serupa juga dialami salah seorang guru honor di Kecamatan Pinang Kota Tangerang, sejatinya kata pria yang juga enggan disebutkan namanya ini mengaku kecewa atas potongan gaji.

Tetapi yang dia tahu, bahwa pemotongan itu terjadi sesuai jam mengajar. Karenanya ke depan dia meminta perbaikan pola penggelontoran gaji kepada guru honorer.

“Jadi kalau ada libur panjang kita mendapat gaji kecil mas, udah yang dibawa (gaji, red) pulang sedikit, kalau dipotong ya tambah kecil,” ungkapnya sambil meminta jangan dituliskan namanya karena khawatir dicopot dinas.

Tetapi dia tidak menduga dan tidak tahu kalau Dindik Kota Tangerang memotong gaji yang diterima untuk bulan Juli 2019. Karena tidak ada konfirmasi.

“Gaji honor untuk bulan Juli dipotong mas. Saya juga belum tahu alasannya,” katanya lirih.

Menurutnya, gaji honor yang biasa diterima senilai Rp 1,100.000 untuk setiap bulannya, namun yang mereka terima pada bulan Juli hanya sebesar Rp 800.000.

Kata dia menandaskan, teman-teman honor yang lain juga bernasib sama. Bahkan ada yang dipotong sebesar Rp300 ribu. (syam/mam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...