Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Tingkatkan Penyaluran Biaya Produktif, BNI Syariah Tangerang Gelar Pelatihan UMKM

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – BNI Syariah Tangerang menggelar pelatihan UMKM guna memperdalam penetrasi ke pembiayaan UMKM untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan produktif di Hotel Golden Tulip Essential, Kota Tangerang.

Seperti diketahui, saat ini kewirausahaan merupakan salah satu faktor produksi yang memegang peranan penting di dalam pembangunan.

Salah satu semangat entrepreneur yang bisa dimaksimalkan yakni menerapkan prinsip dasar enterpreneur halal berbasis sosial masyarakat sehingga memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi lingkungan sekitar.

Kepala Cabang BNI Syariah Tangerang, Zaenal Arifin mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk memajukan usaha pelaku industri melalui kerjasama dengan lembaga atau komunitas baik formal atau tidak formal yang berorientasi pada pengembangan skill yang dibutuhkan.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan dalam jangka pendek dapat mengembangkan kewirausahaan dan melahirkan entrepreneur baru yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan ekosistem halal di Indonesia,” terang Zaenal.

Materi yang diberikan dalam pelatihan UMKM ini kata Zaenal diantaranya aspek keuangan, pemasaran, produksi, kelembagaan, dan aspek perbankan syariah. Selain itu, peserta juga dibekali materi terkait success story, dan motivation.

BNI Syariah Cabang Tangerang menggelar pelatihan UMKM dalam rangka meningkatkan penyaluran pembiayaan produktif di Hotel Golden Tulip, Kota Tangerang.

 

Dihadiri 1500 peserta UMKM, pelatihan ini juga diselenggarakan untuk mitra binaan dari Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII), Forum Wakaf Produktif (FWP) dan mitra Binaan Pasar Modern Bintaro – BSD.

Zaenal menjelaskan, Pelatihan Hasanah Empowerment UMKM ini membahas berbagai materi yakni diantaranya Pengenalan Produk WUS BNI Syariah ‘Inspiring Concept: Success Story and Motivation, dan Aspek Pemasaran Produk UMKM’.

Menurut Zaenal, sektor ekonomi yang akan menjadi andalan BNI Syariah untuk meningkatkan pembiayaan produktif UMKM terutama mikro adalah pada segmen pembiayaan kelompok perkebunan, peternakan, dan channeling.

“Dalam hal ini, perseroan cukup selektif dalam memilih nasabah pembiayaan yang memiliki kematangan usaha baik,” ujarnya.

“Sampai Juni 2019, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan Rp31,66 triliun, tumbuh 26,0% atau sebesar Rp6,54 triliun yoy. Adapun pembiayaan produktif menyumbang 53% dari total pembiayaan BNI Syariah sebesar Rp 16,7 triliun,” lanjutnya.

Zaenal menambahkan, pembiayaan produktif meliputi pembiayaan komersial, Small Medium Enterprise (SME), dan mikro yang masing-masing menyumbang secara berurutan 28,9%, 18,8% dan 5,3% dari total pembiayaan.

Ditargetkan, pertumbuhan pembiayaan hingga akhir tahun 2019 ini sebesar 15% yoy secara moderat.

Untuk mencapai target tersebut, BNI Syariah melakukan beberapa strategi, yaitu optimalisasi sinergi dengan BNI induk untuk menggarap Value Chain Financing, bekerjasama dengan bank lain dalam pembiayaan sindikasi.

“Lalu menyasar sektor ekonomi dan nasabah dengan tingkat risiko yang rendah, intensif mengembangkan segmen UKM dan bekerjasama dengan developer bonafide untuk menggarap bisnis konsumer,” imbuhnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...