KBM di Kota Tangerang Belum Normal, Dindik: Kita Izinkan Pakai Baju Bebas

0

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pasca libur sekolah, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kota Tangerang belum normal. Namun, Dinas Pendidikan (Dindik) memberikan dispensasi setiap pelajar yang menjadi korban banjir untuk berpakaian bebas KBM.

“Kita memang izinkan setiap anak didik yang menjadi korban banjir tidak pakai seragam yang semestinya dan bisa berpakaian bebas dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati di Gedung Balai Kota Tangerang, Senin (6/1/2020).

Sementara itu, untuk diwilayah Kota Tangerang terdapat beberapa sekolah yang terendam banjir dan terpaksa tidak melaksanakan KBM seperti biasanya.

“Ada beberapa sekolah yang terendam dan tidak bisa melakukan KBM, hal itu pun tentunya kita izinkan. Saat ini, kita tengah melakukan invetarisir barang-barang bagi sekolah yang terdampak, khususnya untuk SD dan SMP yang masih dibawah kewenangan kami,” ujarnya.

Dari data yang didapat penamerdeka.com, ercatat daftar 20 Sekolah Dasar (SD) yang terdampak banjir. Sementara, untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebanyak tiga yang terendam banjir.

Pantauan penamerdeka.com, di SD Negeri Periuk Jaya Permai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Terpaksa menghentikan KBM dihari pertama pasca libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 lantaran banjir yang merusak sejumlah fasilitas di sekolah itu, seperti bangku dan meja belajar serta, buku-buku pelajaran.

Sekolah yang memiliki 21 ruang dengan 486 murid ini, para siswa dan guru nampak gotong royong membersihkan sekolah pasca banjir seperti mengepel ruang kelas ataupun membersihkan lapangan dari sampah-sampah bekas banjir.

Tidak hanya itu, terdapat barang-barang yang terpaksa dibuang karena rusak usai terendam banjir, seperti buku-buku dana BOS, meja, lemari dan bangku.

Kepala SDN Periuk Jaya Permai, Een Hasanah mengatakan, hari ini pihaknya terpaksa tidak melakukan KBM karena tempat yang tidak memungkinkan.

“Kini semua fokus untuk bersihkan sekolah, ada juga siswa yang masuk, tapi hanya kelas 5 dan 6 saja, itupun mereka datang untuk membantu kami membersihkan sampah,” katanya.

Ia juga menyebutkan, kini pihaknya tengah menginvetarisir barang-barang yang rusak akibat banjir untuk dilaporkan pada pemerintah pusat dan daerah.

“Banyak yang rusak seperti, pintu yang jebol, kemudian bangku dan meja belajar yang patah, ditambah buku pinjaman BOS juga rusak, hal itu karena banjir yang merendam sekolah cukup parah dengan tinggi sekitar 2,5 meter, belum lagi arus airnya cukup deras,” ujarnya.

Pihaknya juga pun belum bisa memastikan, kapan KBM akan berjalan normal. Dikarenakan, banyak fasilitas dan buku yang rusak.

“Kita belum tahu kapan KBM bisa berjalan normal, sekalipun bisa pasti ada keterbatasa seperti buku dan fasilitas. Yang penting sekarang, kita bersihkan saja dulu,” tukasnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...