HUT RI 76

Ketimbang Segel Masjid, Masyarakat Minta Pemkab Tasikmalaya Fokus Tangani Covid-19

TASIKMALAYA,PenaMerdeka – Sejumlah elemen maayarakat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, Jawa Barat, fokus penanganan merebaknya Covid-19.

Pasalnya baru-baru ini pemerintah setempat melalui Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (Bakorpakem) hendak menyegel Masjid Al-Aqso milik jemaat Ahmadiyah di Kampung Badakpaeh, Cipakat, Kecamatan Singaparna.

Menurut Aliansi Masyarakat Sipil dan Organisasi Bantuan Hukum se-Tasikmalaya, pemerintah dan elemen masyarakat saat ini sedang berjuang melawan virus Corona atau Covid-19.

Sebelumnya pada Sabtu, 4 April 2020, Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Singaparna didatangi tim Bakorpakem. Dalam kesempatan itu diberikanlah SKB Bupati Tasikmalaya, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Dandim 0612 Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya Tentang “Penolakan Renovasi Masjid, Pembangunan Menara dan Sarana Ibadah Serta Kegiatan Dakwah JAI.

Lalu pada Senin 6 April 2020 JAI Singaparna mendapatkan undangan rapat dari Bakorpakem di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, namun pihak JAI memilih untuk menolak hadir dan memberikan tanggapan melalui surat.

Menurut Ketua DPD JAI Tasikmalaya, Nanang Ahmad Hidayat surat undangan rapat Bakorpakem datang hari Minggu, (5/4/2020) sore.

“Karena (undangan, red) terlalu mendadak jadi kami tidak menghadirinya,” kata Nanang dalam rilis, Selasa (7/4/2020).

Dia juga menambahkan, lagi pula perihal undangan juga tidak diberitahu. Maka itu dirinya sangat menyayangkan SKB Bupati Tasikmalaya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Dandim 0612 Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya tersebut.

Nanang kembali menjelaskan, terkait undangan yang baru diterima 4 April 2020 lalu dan pihak JAI tidak pernah dilibatkan sebelumnya. Dan ternyata SKB dibuat 27 Januari 2020. Saat ini kita mengikuti anjuran pemerintah untuk physical distancing.

Sementara itu Ketua DPC Peradi Tasikmalaya, Andi Ibnu Hadi menilai SKB tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak beralasan.

Kemudian kata Ibnu, Indonesia adalah negara hukum, sumber hukum tertinggi Negara Kesatuan RI adalah Pancasila dan UUD 1945. UUD dan peraturan lain di bawahnya semuanya harus merujuk kepada Pancasila dan UUD 1945. Artinya dua sumber hukum tertinggi di NKRI menjadi rujukan.

“SKB tentang Ahmadiyah yang dibuat oleh Pemkab Tasikmalaya sangat bertentangan dengan SKB 3 Menteri (Nomor: 3 Tahun 2008, Nomor: KEP – 003/A/JA/6/2008, Nomor: 199 Tahun 2008, tentang: Peringatan dan perintah kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jjemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), dan warga masyarakat. Dalam 7 diktum SKB 3 Menteri sama sekali tidak ditemukan pelarangan perihal peribadahan dan kegiatan JAI di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya,” tukas Ibnu.

Maka itu justru pihaknya meminta Pemkab Tasikmalaya untuk memberikan jaminan kebebasan setiap warga negara untuk menjalankan ibadah yang telah diatur dalam konstitusi, UUD 45 pasal 28 E dan pasal 29 ayat 2.

Sementara kata Ketua Lakpesdam NU Tasikmalaya, Aip Syaiful Mubarok mengaku bahwa Kantor NU bersebelahan persis dengan Masjid Al-Aqso.

Kantor NU yang dikelola jemaat Ahmadiyah dan sejauh ini tidak pernah bermasalah. Bahwa kami melihat kegiatan yang dilaksanakan oleh jemaat Ahmadiyah juga tidak pernah mengganggu lingkungan sekitar.

“Bahkan kami melihat jemaat ahmadiyah selalu tertib dalam melaksanakan kegiatan. Dalam hal ini SKB yang dikeluarkan Pemkab Tasikmalaya bertolak belakang dengan SKB 3 Menteri No 3 Tahun 2008 yang mana dalam SKB tersebut sama sekali tidak ada pelarangan peribadahan dan kegiatan bagi jemaat Ahmadiyah. Oleh karenanya, diharapkan Pemkab Tasikmalaya mencabut SKB tersebut,” ucap Aip.

Aip dalam kesempatan itu meminta Pemkab Tasikmalaya melalui Bakorpakem mengedepankan dialog.

“Jadi dialog yang baik dan bermartabat agar terbangun kesepahaman yang baik juga, sehingga hak-hak kewarganegaraan jemaat Ahmadiyah Indonesia terlindungi sesuai konstitusi,” pungkasnya. (pujiRH)

Disarankan
Click To Comments