Likuiditas Tersendat, Pemprov Banten Alihkan Kas Daerah dari Bank Banten ke BJB

0

BANTEN,PenaMerdeka – Wahidin Halim (WH) selaku Gubernur Banten mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 580/Kep-144-Huk /2020 tentang peralihan kerjasama antar Bank.

SK tersebut menyangkut Penunjukan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bjb) Kantor Cabang Khusus Banten sebagai tempat penyimpanan uang milik pemerintah Provinsi Banten.

Sebelumnya Gubernur Banten menunjuk Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten sebagai transaksi penyimpanan kaya daerah Banten.

“Bahwa berdasarkan Berita Acara Rapat Pembahasan Likuiditas PT Bank Pembangunan Daerah Banten, tanggal 21 April 2020, disepakati bahwa Bank Banten berdasarkan pendapat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten sudah dalam kondisi yang tidak lıquid dan mengalami stop kliring, sehingga diperlukan langkah penyelamatan segera atas dana milik Pemernntah Provinsi Banten yang berada di Rekening Kas Umum Daerah Bank Banten,” bunyi petikan SK Gubernur Banten.

Sementara pada Rabu (22/4/2020), Ketua Komisi III DPRD Banten Gembong R Sumedi mengatakan, alasan pengalihan kas daerah Pemprov Banten ke bank Bjb dalam surat tersebut menurut Bank Indonesia karena Bank Banten kesulitan likuiditas.

Namun demikian pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti persoalan tersebut karena Komisi III DPRD Banten akan melakukan rapat dengan Bank Banten Kamis (23/4/2020) besok.

“Kita mau konfirmasi ke Bank Banten, betul itu alasan yang dijadikan Pemprov Banten, Bank Banten kesulitan likuiditas,” kata Gembong. (dra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...