Milad ke-10, BNI Syariah Tangerang Bagikan Sovenir ke Ojol dan Nasabah

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Dalam rangka memperingati hari jadi atau milad ke-10, BNI Syariah Tangerang memberikan apresiasi kepada ojek online (ojol), nasabah dan masyarakat dalam bentuk sovenir.

Branch Manager BNI Syariah Kantor Cabang Tangerang, Irvan Satya mengatakan, didalam sovenir tersebut terdapat imbauan pula atau pesan untuk menjalani new normal dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita satu dekade berkhasanah milad ke-10. Ada beberapa kegiatan. Kita memeberikan apresiasi kepada nasabah, masyarakat sekitar dan nasabah loyal,” terang Irvan kepada penamerdeka.com di kantornya, Sabtu (20/6/2020).

Irvan menjelaskan, untuk pelayanan masa transisi new normal, pihaknya mengutamakan digitalisasi. Jadi nasabah diimbau untuk bertransaksi secara online.

Salah satu nasabah yang mendapat sovenir yang didalamnya berisi gelas, masker, hand sanitizer dan pesan menjalankan masa new normal.

 

Namun, transaksi secara tatap muka pun pihaknya memastikan protokol kesehatan. Seperti, nasabah yang ingin masuk dicek suhu tubuh, cuci tangan, menggunakan hand sanitizer dan jarak menunggu antrean satu meter.

“Jadi kita sampaikan juga kepada masyarakat atau nasabah, transaksi secara digitalisasi atau tanpa tatap muka itu cenderung bisa menjaga diri kita masing-masing,” katanya.

Ia menyatakan, saat ini pun untuk membuka rekening bisa secara online, apalagi bertransaksi lainnya kepada nasabah, pemindah buku, transfer uang dan transaksi lainnya.

“Kita upayakan itu kepada nasabah, untuk pengambilan uang tunai kita menyediakan beberapa outlet ATM di kantor-kantor cabang dan selalu standby,” tuturnya.

Sehingga, diharapkan penularan virus corona (Covid-19) melalui droplet bisa dihindari dengan pola seperti itu dan kebutuhan masyarakat semua terpenuhi.

“Antusias nasabah dengan digitalisasi pun sangat bagus. Karena, mereka juga sadar kondisi pandemi sekarang setelah PSBB dan kita berupaya menyesuaikan diri dengan masa transisi new normal,” kata Irvan.

Irvan menambahkan, bahwa dalam masa transisi new normal dengan transaksi digitalisasi pun melonjak. Kata dia, masyarakat lebih memilih transaksi di rumah saja untuk mengurangi penularan.

“Masyarakat juga mungkin lihat mereka cenderung lebih banyak di rumah. Yang, otomatis itu tingkat pengeluaran mereka menurun. Lebih mudah juga untuk bertransaksi secara digital,” pungkasnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...