HUT RI 76

Kasus Melonjak, Pemprov DKI Perpanjang Massa PSBB Transisi

JAKARTA,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) Transisi selama 14 hari. Perpanjangan disebabkan kasus Covis-19 melonkak.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, per 12 Juli lalu reproduksi efektif (RT) di angka 1,15 dari sebelumnya berkisaran di angka 1. Artinya, terjadi percepatan penularan dan sangat berisiko apabila dilonggarkan ke fase selanjutnya.

“Akan amat berisiko apabila kita melongarkan Fase 1 PSBB Transisi ini dan masuk ke Fase II. Karena itu, kami di DKI Jakarta memutuskan untuk kembali memperpanjang Fase I PSBB Transisi ini sampai dua pekan ke depan, sebelum kita beralih ke Fase II,” kata Anies dalam video You Tube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Anies menjelaskan, selama dua pekan ke epan seluruh masyarakat harus bisa memastikan kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Kita harus lebih serius menjalankan protkol kesehatan. pastikan dijalankan dengan ketat. Bila tidak perlu keluar rumah jangan keluar. Harus pakai masker jika memang harus ke luar rumah, cuci tangan,” kata Anies.

Anies mengingatkan, jangan pernah menganggap enteng Covid-19, sehingga mengabaikan protokol kesehatan. “Jangan anggaap tidak mungkin terpapar. Begitu banyak yang anggap enteng, anggap remeh, di kemudian hari menyesal,” tandasnya

Untuk diketahui, BKPM mencatat realisasi investasi langsung sebesar Rp 210,7 triliun sepanjang kuartal I- 2020.

Realisasi ini tumbuh 8 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding kuartal I-2019 yang senilai Rp 193,9 triliun, juga dibandingkan kuartal IV-2019 tumbuh 1,2 persen.

Secara rinci, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang Januari-Maret 2020 tercatat Rp 112,7 triliun, tumbuh 29,3 persen dibanding periode sama tahun lalu yang senilai Rp 87,2 triliun.

Sedangkan pencapaian Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang kuartal I-2020 sebesar Rp 98 triliun, anjlok sebesar 7 persen dibandingkan realisasi periode yang sama pada 2019 yang tercatat senilai Rp 107,9 triliun. (Jirur)

Disarankan
Click To Comments