Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Pemkab Serang Terapkan PSBB Parsial, Begini Alasannya

PSBB TOTAL POTENSI DAMPAK EKONOMI

KABUPATEN SERANG,PenaMerdeka -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memastikan tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total, namun yang diterapkan PSBB parsial.

Jadi meskipun ada sejumlah wilayah ada yang masuk dalam covid-19 tinggi. Teapi yang dikhawatirkan akan menimbulkan masalah ekonomi.

“Karena kita lihat di Kabupaten Serang, dari 29 kecamatan yang agak tinggi di keramat watu. Kalau semuanya PSBB total, nanti menimbulkan persoalan ekonomi,” ucap Bupati Serang Tatu Chasanah saat ditemui di Aula TB Suandi, Kota Serang, Kamis (16/9/2020).

Ia menjelaskan, kebijakan PSBB parsial berdasarkan berbagai pertimbangan. Salah satunya dengan itung-itungan Dinkes berdasarkan rumus dari kementrian.

“Kabupaten Serang tidak masuk zona merah, maka kami mengambil kebijakan untuk memperketat pelaksanaan protokol kesehatan bagi yang masih melanggar,” katanya.

Dia mengklaim sudah menggerakan pihak-pihak terkait, Pemkab dengan menggerakan Organisasi Perangkat Daerahnya (OPD), TNI dan Polri dengan Babinsa dan Babinmasnya.

“Jadi kita lebih memperketat protokol kesehatan. Karena pihak perusahaan juga dari awal meminta agar tidak memberlakukan PSBB total,” katanya.

Terkait daerah yang tren kasus covidnya meningkat signifikan, Dia menjelaskan, seperti Kramatwatu, setelah ditelusuri oleh Dinkes, sebagaian besar yang terinfeksi kerja di Cilegon dan tinggal di Kramatwatu.

“Serba salah kalau terlalu ketat, nanti ekonomi kita makin ambruk. Maka itu PSBB parsial,” katanya. (dra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...