Pemerintah Optimalkan Sektor Pariwisata di Indonesia

BANGKITKAN EKONOMI TERKONTAMINASI

JAKARTA,PenaMerdeka – Pemerintah optimistis dapat mencegah perekonomian terkontraksi lebih dalam sekaligus mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonominya. Salah satu strateginya, mengoptimalkan pariwisata di Indonesia.

Sebab, pemerintah mencatat ketahanan ekonomi Indonesia diuji dengan hadirnya pandemi Covid-19. Meski begitu, indikator ekonomi menggambarkan ketahanan Indonesia lebih baik dibandingkan banyak negara lain di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi, serta menetapkan berbagai kebijakan dan program untuk tetap menggerakkan ekonomi.

Tidak hanya itu, guna juga menjaga sumber penghasilan masyarakat, namun dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Salah satu strategi itu adalah kampanye ‘I Do Care’ atau program CHSE (Clean, Health, Safety, Environmental sustainability) yang telah diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sejak 10 Juli 2020 lalu.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Kemenparekraf yang mengusung kampanye InDOnesia Care atau I Do Care dalam menegakkan protokol kesehatan di dunia pariwisata,” ujar Airlangga dalam siaran pers yang diterima, Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

Sosialisasi program CHSE dijalankan di sembilan destinasi MICE, antara lain Bintan, Yogyakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Manado, Lombok, Banten dan DKI Jakarta, serta Semarang. Rangkaian kegiatan akan dimulai dari 26 September hingga 9 Oktober 2020.

Menko Airlangga menuturkan, dipilihnya Bintan di Kepulauan Riau (Kepri) sebagai salah satu lokasi Kampanye I Do Care disebabkan kota ini merupakan tujuan wisata yang sudah siap, serta berada dalam hub yang dekat dengan mancanegara.

“Tentunya kota ini menjadi pengungkit pertama sektor pariwisata, namun (kebangkitan) hanya bisa dicapai dengan protokol kesehatan yang siap. Saya melihat bahwa Kepri adalah daerah hijau, dengan tingkat kesembuhannya 60,7% yang melampaui standar global (WHO) 60 persen dan kasus aktif di sini hanya 375,” kata dia.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan calon wisatawan domestik dan global. Pelaku usaha pariwisata, lanjut Airlangga, juga harus mencari cara-cara inovatif untuk tetap produktif dengan memanfaatkan infrastruktur teknologi yang telah dibangun pemerintah.

Sektor pariwisata juga harus membangun ketahanan kuat di masa depan melalui kemampuan beradaptasi terhadap perubahan-perubahan gaya hidup yang masih mungkin terjadi akibat pandemi ini. (jirur)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...