Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Warga Apartemen Tamansari Skyloung Tolak Hotel Kyriad Tangerang Jadi Tempat Isolasi OTG

BERHADAPAN PASIEN TAK BERMASKER

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Warga Apartemen Tamansari Skyloung menolak Hotel Kyriad menjadi tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) covid-19. Pasalnya, tempat yang berada di Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Kota Tangerang, itu berhadap-hadapan.

Warga apartemen, Dini, mengatakan alasan para warga apartemen menolak juga lantaran banyak diisi oleh keluarga yang memiliki anak kecil. Bahkan, banyak lansia dan bayi yang mengisi apartemen tersebut.

“Sebenarnya kami tidak bermaksud menghambat program pemerintah ya. Tapi menurut pertimbangan kami kalau disini warganya banyak juga, ada anak kecil, lansia dan bayi,” ucapnya saat ditemui, Jumat (16/10/2020).

Dini menjelaskan, atas hal itu para penghuni meminta pemerintah untuk mempertimbangkan lagi. Sebab, hotel yang berbatasan langsung dengan apartemen itu hanya dibatasi hanya dinding dan pintu saja.

“Itu menjadi rumah singgah covid-19, tanpa kami tahu terlebih dahulu. Ini sudah jalan selama 12 hari kami sudah menuntut untuk cobalah pikirkan, masih banyak hotel lain di Kota Tangerang yang lebih layak,” katanya.

“Tau-tau, pagi-pagi saya lihat kebawah sudah ada ambulans. Terus awalnya hanya dibatasi pakai tali. Kalau waktu itu kami tidak menuntut pasang ini pasang itu, mungkin hanya tali saja,” lanjutnya.

Apartemen Tamansari Skyloung
Suasana dalam Apartemen Tamansari Skyloung yang berhadapan langsung dengan Hotel Kyriad tempat isolasi OTG covid-19, Kota Tangerang.

 

Sementara itu, warga apartemen lainnya, Febri, menuturkan dirinya sempat diajak manajemen untuk rapat bersama dinas terkait. “Itu kejadiannya cepet pak, saya baru bangun tidur dan diajak rapat. Dan hari itu pun, surat dari dinas hotel ditetapkan jadi tempat isolasi,” ucapnya.

Kata dia, seluruh penghuni sudah sangat resah. Bahkan, sebagian penghuni sudah meninggalkan apartemen. Termasuk, katanya ada beberapa aparatur negeri sipil (ASN) penghuni diberitahukan untuk tidak menempati apartemen itu.

“Berarti kan itu berbahaya sekali virus itu. Kami hanya dikasih masker, kemudian vitamin. Nah itu pun sebenarnya alhamdulillah kita bisa beli juga. Kami minta tolong untuk kejadian berikutnya tidak ditempatkan lagi,” tuturnya.

Febri menambahkan, beberapa pasien OTG covid-19 melakukan tidakan yang membuat penghuni apartemen makin resah. Seperti, merokok di balkon depan kamar hotel, tidak memakai masker, dan menjemur pakaian di balkon juga.

“Itu kan sangat meresahkan juga, mana tahu kita kan mereka OTG. Kita bagaimana tahu dari asal rokok mereka menularkan atau tidak,” tutupnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...