Gegara Kasus Tandatangan Camat-Lurah Dipalsukan, Ini Imbas Keluarga Waris di Kedaung Baru

PEMBEBASAN LAHAN TPA RAWA KUCING

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pihak Kelurahan Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang menyebut tidak bisa menerbitkan surat keterangan waris keluarga alamarhum Riman Bin Ecang.

Menurut Wawan Gunawan Lurah Kedaung Baru, pasalnya, untuk proses keterangan waris tersebut, sebelumnya beredar surat keterangan tanah dengan Nomor 590/029/x/2020 yang diduga palsu atas nama Samad warga Kedaung Baru dengan tandatangan Lurah Kedaung Wetan dan Camat Neglasari.

Kata dia sudah dilaporkan pada 21 Desember 2020 ke pihak berwajib. Kasusnya saat ini sedang ditangani Polres Metro Tangerang Kota.

“Betul (kasusnya,red) sudah dilaporkan ke Polres. Intinya seperti itu, karena kasus itu masih berproses,” kata Wawan Gunawan dikonfirmasi penamerdeka.com, Rabu (6/1/2020).

Dakuinya bahwa Keluarga Riman Bin Ecang merupakan warganya yang berdomisili di Kelurahan Kedaung Baru. Secara fisik, lahan yang diklaim milik keluarga Riman Bin Ecang seluas 387m2 berada di atas TPA Rawa Kucing, Kelurahan Kedaung Wetan rencananya akan dibebaskan Pemkot Tangerang.

“Mereka hanya meminta keterangan waris dari kelurahan karena berdomisili di Kedaung Baru, kalau fisik lahannya ada di TPA Rawa Kucing, Kedaung Wetan,” tukasnya.

Dia melanjutkan, selama persoalan laporan dugaan pemalsuan tanda tangan camat dan lurah masih berjalan, pihaknya masih menunggu untuk menerbitkan keterangan waris.

“Ya intinya saya mah kan biar sama-sama enak,” ujar Wawan.

Wawan menyebutkan, informasi yang didapatnya bahwa lahan yang diklaim atas kuasa jual Bambang Wahyudi yakni cucu almarhum Riman Bin Ecang tersebut adalah milik Pemkot Tangerang.

“Kan informasi yang berkembang tanahnya sekarang dimiliki Pemda. Ya artinya selama urusan ini belum klir saya belum bisa memberikan keterangan waris. Walaupun kedudukannya saya hanya memberikan keterangan. Kedepannya biar enak gak ada apa-apa,” pungkas Lurah. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...