HUT RI 76

Wali Kota Bekasi Siap Divaksin Covid-19 Pertama

ASAL TAK AMBIL JATAH NAKES

KOTA BEKASI,PenaMerdeka – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyatakan siap menjadi orang pertama yang menerima vaksin covid-19. Namun, menurutnya asalkan tidak mengambil jatah dari tenaga kesehatan.

“Kalau saya boleh. Tapi kalau saya ngambil jatah tenaga nakes satu untuk kepentingan saya, berarti saya sudah mengurangi siapa yang paling membutuhkan,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (9/1/2021).

Rahmat menjelaskan, Pemkot Bekasi sudah memetakan prioritas utama yang akan mendapatkan vaksin. Salah satu yang jadi prioritas yakni tenaga medis karena paling rentan terkena Covid-19.

Kini, Pemkot tinggal menunggu kiriman vaksin dari pemerintah provinsi Jawa Barat yang direncanakan akan sampai pada Januari 2021 ini.

Pemkot Bekasi telah meminta 500 ribu vaksin. Namun yang baru dapat dikirim hanya sebanyak 11.983 vaksin. Ribuan vaksin tersebut nantinya akan diberikan beberapa tahap hingga akhirnya selesai pada 2022.

Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati mengatakan, pemberian vaksin akan melalui empat tahap.

Pada tahap satu yang berlangsung dari Januari 2021 hingga April 2021, sebanyak 11.983 tenaga kesehatan akan mendapatkan vaksin.

“Tahap pertama yang mendapatkan tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Memasuki tahap kedua pada waktu yang sama, vaksin diberikan kepada petugas pelayanan publik seperti TNI, Polri, dan petugas pelayanan umum lainya.

Kelompok masyarakat yang berusia di atas 60 tahun juga mendapatkan vaksin di tahap kedua. Selanjutnya pembagian vaksin di tahap ketiga berjalan pada April 2021 hingga 2022 Maret.

Dalam tahap ini, vaksin akan menyasar pada masyarakat rentan dari sisi sosial dan ekonomi. Pemkot Bekasi selanjutnya akan membagikan vaksin kepada para pelaku ekonomi pada tahap keempat.

“Tahap empat menyasar pada para pelaku perekonomian dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin,” jelasnya. (ewwy)

Disarankan
Click To Comments