Dari Susuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp6,39 Triliun

UNTUK PENANGANAN CORONA

JAKARTA,PenaMerdeka – Kementerian Keuangan melelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara. Dari lelang tersebut, pemerintah mengantongi dana sebesar Rp6,39 triliun.

Melansir rilis Kemenkeu, total penawaran yang masuk melalui lelang sebesar Rp17,16 triliun. Dana lelang ini digunakan untuk memenuhi pembiayaan penanganan pandemi covid-19 dalam APBN.

Keenam, seri sukuk negara itu meliputi, SPNS10092021, PBS027, PBS017, PBS029, PBS004, dan PBS028. Lelang dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Detailnya, pemerintah memenangkan Rp950 miliar dari total Rp1,6 triliun penawaran masuk untuk seri SPNS10092021 dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,16 persen.

Untuk seri PBS027, pemerintah memenangkan Rp2,5 triliun dari jumlah penawaran masuk sebesar Rp4,03 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,92 persen.

Kemudian, seri PBS017, dari penawaran masuk sebesar Rp1,99 triliun, pemerintah hanya memenangkan Rp1,65 triliun. Adapun, imbal hasil rata-rata tertimbang 5,71 persen.

Selanjutnya, untuk seri PBS029 hanya Rp1,2 triliun dana yang dimenangkan dari jumlah penawaran masuk senilai Rp4,34 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,63 persen.

Kelima, untuk seri PBS004 dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,73 persen, dari total penawaran masuk Rp3,01 triliun yang dimenangkan senilai Rp87 miliar.

Terakhir, seri PBS028, pemerintah memenangkan Rp9 miliar, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,2 persen dari penawaran masuk Rp2,17 triliun.

Dengan hasil lelang ini, maka realisasi penerbitan sukuk negara hingga Januari-Maret 2021 mencapai Rp74,3 triliun.

Selanjutnya, pada Rabu (24/3), pemerintah akan melakukan lelang sukuk tambahan atau green shoe option untuk lima seri SBSN, yaitu PBS027, PBS017, PBS029, PBS004, dan PBS028.

Pelaksanaan lelang tambahan akan diikuti oleh BI, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan/atau dealer utama yang menyampaikan penawaran pembelian lelang SBSN hari ini. (uki)

Disarankan
Click To Comments