HUT RI 76

PTM di Jakarta Utara, Guru Diminta Awasi Siswa agar Tak Abaikan Prokes

JAKARTA,PenaMerdeka – Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim meninjau pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMKN 12 Jakarta, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/8/2021). Tiba di lokasi pukul 10.30 WIB, Ali menyapa para murid yang sedang belajar di dalam kelas yang disambut bahagia karena belajar kembali di sekolah.

Ali berpesan, para siswa agar tetap menjaga protokol kesehatan dan terus semangat mengejar cita-cita. Pembelajaran tatap muka di sekolah bisa memberikan motivasi bagi para siswa untuk lebih semangat mengikuti pembelajaran yang selama ini berlangsung secara daring.

“Hari ini meninjau pembelajaran tatap muka di SMK Negeri 12, berjalan baik dengan protokol kesehatan yang disiplin. Mudah-mudahan bisa dipertahankan seperti ini,” kata Ali saat diwawancara usai menyapa para siswa.

Ali juga mengingatkan para guru untuk selalu mengawasi penerapan protokol kesehatan (prokes) selama PTM terbatas.

“Awasi betul, jangan sampai anak-anak ada yang abai prokes, mudah-mudahan ini tetap berjalan sehingga anak-anak yang belajarnya bosan di rumah, (PTM) ini bisa menambah motivasi mereka dalam belajar,” lanjutnya.

Adapun SMKN 12 merupakan satu dari 65 sekolah di Jakarta Utara yang menjalani PTM terbatas pada hari ini. Terdapat 6 kelas yang terdiri dari 18 siswa di masing-masing kelas.

Dari 215 siswa kelas 12, ada 108 murid yang mengikuti pembelajaran tatap muka, sedangkan sisanya tetap belajar secara online dari rumah. Proses pembelajaran tatap muka berlangsung dari pukul 07.15 WIB hingga 11.30 WIB setiap Senin, Rabu, dan Jumat..

Ali menambahkan, sekolah-sekolah yang akan menjalani PTM di wilayahnya akan terus bertambah setelah melalui proses asesmen.

“Ya kemungkinan pertambahannya ini kan ada asesmen ya, dari sarana prasarananya. Semuanya termasuk guru dilatih bagaimana caranya blended learning ini, bagaimana mengajar anak secara luring dan daring. Kemudian adalah yang penting izin dari orangtua, apabila ini lengkap maka sekolah itu bisa pembelajaran tatap muka. Jadi kemungkinan bertambah lagi,” jelasnya. (jirur)

Disarankan
Click To Comments