HUT RI 76

TPL Gelaran Liga Amatir Bakal Sinergis dengan Askab Tangerang

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Gelaran Tangerang Premiere League rampung digelar di Stadion Petal Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Jumat (12/11/2021).

Menurut Said Kosim, CEO Tangerang Premier League (TPL), ada sejumlah program yang akan dilakukan pihaknya untuk membangun sepakbola lebih maju khususnya di Kabupaten Tangerang.

Saat ini kata Dia, perhelatan liga klub amatir yang tergabung di TPL berangkat lantaran persoalan anggaran peserta. Tetapi agar tetap eksis maka TPL mengakomodir lewat kompetisi liga amatir.

Kata pria yang akran disapa Kosim ini mengaku bahwa TPL dikemas menarik sehingga menjadi penghibur pecinta sepakbola Kabupaten Tangerang dan harapannya menjadikan tim peserta ke arah profesional.

“Kami para klub amatir di TJL sebagai batu loncatan. Karena jika gabung terdaftar di Asosiasi PSSI Kabupaten (Askab) Tangerang harus mempunyai permodalan yang cukup. Kompetisinya kan panjang memakan waktu lama otomatis menelan biaya besar. Kalau kita mau main aja harus urunan dahulu. Gak ada sponsor lantaran masih amatir,” ujar Said Kosim dihubungi penamerdeka.com, Sabtu (13/11/2021).

Kami klub amatir sedang belajar dan berorientasi pembinaan. Kalau secara pendanaan sudah mapan tidak menutup kemungkinan menjadi klub peserta liga di Askab Tangerang.

Lalu kata Kosim, nantinya kami akan membentuk tim yang pemainnya diambil dari hasil kompetisi liga TPL. Harapannya bisa menaungi pesepakbola yang masih aktif dan belum terpantau menjadi pemain profesional.

“Dari klub bentukan TPL akan terpantau pemain berbakat. Satu atau dua tahun nanti yah. Maka kami memang harus sinergis dengan Askab Tangerang karena cita-citanya satu memajukan dan mencari bakat,” tukas Kosim.

Dia melanjutkan, orientasi pembinaan bisa juga dari TPL bakal membentuk akademi sepakbola membina pemain tim junior. Dan jika digelar liga juniornya agar kompetisinya tidak berbenturan dengan yang dilakukan Askab Tangerang.

“Kami akan komunikasikan denga Askab Tangerang supaya tidak bentrok jadwal liga juniornya. Sekali lagi ingin tetap sinergis,” tukasnya.

Pasalnya di klub liga amatir menurutnya banyak pemain yang masih berusia muda dan belum mempunyai kesempatan lebih. Dan menurutnya tetap harus diakomodir.

Selain TPL, bentukan serupa bukan hanya di Tangerang saja. Secara nasional juga sudah lebih dahulu yang eksis. Bandung Premier League sudah lebih dahulu terbentuk dan menjadi rujukan amatir.

“Kami secara usia pembentukan sama dengan Kota Samarinda. Dan Bandung secara umum menjadi pembelajaran pembinaan klub amatir sepakbola. Kami sering komunikasi,” ucap Kosim.

Tetapi kata dia, semangatnya adalah membangun sepakbola lebih maju. Sekarang ini Dia mencontohkan, bahkan banyak klub amatir yang diakuisisi oleh sejumlah orang yang mempunyai dana.

Jika dikelola bagus bukan tidak hanya menghasilkan pemain profesional. Tetapi sepakbola bisa menjadi bisnis industri.

“Makanya kami berharap juga dari pemberitaan media. Supaya gaung TPL bisa menjadi penyemangat dan informatif untuk pelaku sepakbola,” pungkas Kosim.

Kedepan menurutnya, setiap wilayah di Kabupaten Tangerang juga dapat melakukan pembinaan sepakbola usia berjenjang mulai dari U-13, U-17 dan lainnya.

Sebelumnya Fanny Fardian salahseorang pengurus Askab Tangerang menyebut jika pembinaan berjenjang sangat penting.

Dia mendorong agar pecinta atau pemilik klub bisa mendaftar sebagai anggota Askab Tangerang.

Dia beralasan, pembinaan sepakbola usia berjengjang dan adanya kompetisi sangat penting untuk mencetak pemain berbakat menjadi pesepakbola profesional.

Apqlagi Askab Tangerang sudah mempunyai program pembinaan dan kompetisi sehingga dapat menjadi wadah bahkan mencetak bibit pemain handal.

“Kami sudah lakukan pembinaan kepada sebanyak 24 klub. Dan programnya susah jalan. Akan ada pembinaan nantinya asalkan mendaftar. Dan salahsatu anggotanya Persita Tangerang peserta Liga1 lalu ada empat (4) klub yang berkompetisi di Liga 3,” pungkasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments