KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Polisi bakal memburu pembuat senjata tajam hasil modifikasi yang kerap kali digunakan para pelajar untuk tawuran di Kota Tangerang, Banten. Tak hanya pelajar, senjata tajam juga digunakan gengster motor yang selalu meneror masyarakat tak berdosa.
Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Komarudin pun meminta jajarannya memburu perajin senjata tajam hasil modifikasi itu. Belakangan, kejahatan jalanan yang dilakukan kelompok bermotor dan pelajar di wilayahnya kerap menimbulkan korban akibat senjata tajam yang dirancang khusus itu.
“Kita menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait dengan aksi anak-anak remaja yang berencana akan tawuran. Kita mengapresiasi kepada masyarakat yang melaporkan dengan cepat kepada kami untuk segera kita amankan,” jelas Komarudin, kemarin.
Sebelumnya, ia menegaskan pihaknya melakukan penangkapan kepada dua pelajar pelaku tawuran di wilayah Jatiuwung, Kota Tangerang. Dari kedua pelajar dibawah umur itu, Polisi mendapat dua buah senjata tajam menyerupai parang yang digunakan kedua pelajar SMP Kelas IX.
Komarudin menerangkan, pengamanan dua anak pelaku tawuran itu, dilakukan Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang, pada Selasa siang kemarin. Dari kedua pelaku tawuran itu, Polisi mendapati dua bilah senjata tajam yang diduga kuat buatan tangan manusia.
Melihat barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk tawuran, Kapolres memerintahkan jajarannya untuk memburu pengrajin senjata tajam yang digunakan oleh para pelajar.
“Kalo kita liat fenomenanya saat ini banyak senjata tajam yang digunakan oleh pelajar itu seperti produk rumahan, seperti buatan. Oleh karenanya ini akan kita buru termasuk kedua kelompok pelajar ataupun siapa itu yang membuat resah masyarakat akan kita buru,” tegasnya.
Komarudin juga meminta masyarakat di Kota Tangerang dan wilayah hukum Kabupaten Tangerang, untuk turut peduli dan membantu terjaganya keamanan dan ketertiban di masyarakat, dengan menyampaikan informasi ke Kepolisian.
“Silahkan sekrang jaman digitalisasi masyarakat bisa merekam, bisa memfoto kirimkan kepada kami untuk segera kita cari pelaku-pelaku ini. Kita tegaskan kita tidak mentolerir kepada pelaku-pelaku yang meresahkan masyarakat,” tegasnya. (hisyam)







