JAKARTA,PenaMerdeka – Dari beberapa hasil survei nama Anies Baswedan selalu diposisi tiga besar elektabilitas tokoh tertinggi sebagai Calon Presiden (Capres). Pantas saja, pria yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta itu terus menjadi tokoh yang digadang-gadang maju dalam helatan Pilpres 2024.
Apabila sosok tersebut benar dan menyatakan siap mengikuti pesta demokrasi pada 2024 mendatang, siapakah tokoh nasional yang cocok jadi calon pendampingnya?
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi mengungkapkan, bahwa salah satu tokoh yang berpotensi besar untuk menjadi calon wakil presiden yang berpasangan dengan Anies Baswedan adalah Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri.
Menurutnya, mantan Menteri Sosial RI ini dinilai memiliki banyak pengalaman dan tidak kalah ketimgang dengan Wakil Presiden Indonesia saat ini Ma’ruf Amin.

“(Dr Salim) bisa mengisi kekosongan di kelompok agama, menghilangkan benturan yang agak keras antara Pancasila dengan Islam, demokrasi dengan Islam, dan nasionalis dengan Islam sehingga tidak terlalu mengental dan lebih cair. Kekosongan (figur) kelompok religius bisa diambil dari kalangan santri dan ulama,” ujarnya, Selasa (24/5/2022).
Pangi mengatakan, apabila Salim dipasangkan dengan Anies Baswedan sebagai capres-cawapres 2024, maka kombinasi sipil-ulama akan sangat dominan dan ideal. Kombinasi ini masih relevan dengan pemilu sebelumnya di mana Ma’ruf Amin lebih dipilih dibandingkan Mahfud MD.
“Anies-Salim adalah pasangan sipil dan ulama, dan ini bagus. Jika Anies direpresentasikan sebagai kelompok nasionalis, maka koalisinya adalah nasionalis-relijius,” katanya.
Sementara itu, berbeda dengan Pangi, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah melihat, banyak sekali tokoh nasional yang cocok mendampinginya. Bahkan, bisa membantu menambah perolehan suara bagi pasangan ini.
Sosok pertama yang dia anggap layak adalah Sandiaga Salahuddin Uno. Tokoh muda yang dikenal dan digandrungi kaum emak-emak dan dekat dengan ulama ini dinilai bisa mengulang keberhasilan di Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

“Tokoh lain yang juga punya kans sekaligus miliki daya ungkit elektabilitas adalah AHY. Ini lebih potensial karena AHY punya mesin Parpol, berbeda dengan Sandiaga,” sebutnya.
Dedi melihat, keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Akan tetapi, hal itu kembali berpulang kepada peluang Anies jika bisa memastikan tiket Pilpres 2024 dari koalisi partai politik.
“Secara personal lebih mungkin tinggi Sandiaga, tetapi AHY jika terkonfirmasi berpasangan, dan Demokrat solid, bisa saja AHY lebih unggul, karena Sandiaga tentu sulit mengambil porsi Gerindra selama masih ada Prabowo,” tambahnya. (jirur)







