KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Warga Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten dikejutkan aksi heroik sekaligus mencekam pada Minggu (18/1/2026) dini hari.
Bukan tana pasal, seorang pemuda berinisial RF (21) diduga mengalami depresi berat dan mengamuk sambil menghembuskan arah tak jelas senjata tajam berjenis golok.
Akibatnya, sejumlah anggota keluarga dan warga terluka lantaran tak kuat untuk menahannya.
Petugas gabungan dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ciledug BPBD Kota Tangerang bersama Polsek Ciledug datang ke lokasi setelah menerima laporan warga yang merasa terancam.
Aksi agresif RF diduga dipicu depresi akibat permasalahan asmara. Ia menyerang secara membabi buta siapa pun yang mencoba mendekatinya, termasuk kerabat dekatnya sendiri.
“Info dari pihak keluarga, yang terluka dari peristiwa semalam di antaranya orang tua, paman, dan kerabatnya,” ujar petugas UPT Damkar Ciledug, Barasetio.
Proses pelumpuhan pelaku berlangsung dramatis dan memakan waktu hampir satu jam.
Awalnya, petugas mencoba melakukan pendekatan persuasif dengan mengajak pelaku berbicara dari hati ke hati agar tenang.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kondisi psikis pelaku yang sangat tidak stabil.
Demi keamanan petugas dan warga sekitar, petugas terpaksa menggunakan batang bambu untuk menjatuhkan senjata dari tangan pelaku dan melumpuhkannya.
“Kami terpaksa menggunakan bambu karena dia menggunakan senjata tajam yang berbahaya dan menyerang kami secara membabi buta. Butuh waktu hampir satu jam untuk menenangkan anak muda itu,” tambah Barasetio.
Setelah berhasil dilumpuhkan, petugas segera mengikat tangan dan kaki pelaku sebagai langkah antisipasi agar tidak kembali melakukan serangan susulan.
RF kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut lagi.
Kini, RF telah dibawa oleh pihak keluarga menuju rumah sakit jiwa guna mendapatkan perawatan medis terkait gangguan kejiwaan yang dialaminya.
Situasi di lokasi kejadian terpantau sudah kembali kondusif, meski warga masih merasa terkejut dengan peristiwa tersebut.







