KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Tangerang, Banten berlangsung meriah melalui rangkaian Festival Maulid Nusantara.

Salah satu rangkaian kegiatan ditutup dengan Maulid Tiga Masjid yang mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah Tangerang dalam suasana penuh kebersamaan, di Masjid Agung Al Ittihad, Selasa (25/8/2026).

Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, rangkaian Maulid Nusantara telah berlangsung selama lima hari, mulai 21 Agustus 2026 yang diawali zikir bersama, pembacaan doa, hingga ceramah agama dan ditutup Maulid Tiga Masjid di Masjid Agung Al-Ittihad.

“Maulid ini bukan hanya sekadar memperingati hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW, tetapi bagaimana kita bisa mengingatkan tentang akhlak Rasulullah yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya kepada awak media usai kegiatan.

Sachrudin menyebut, pelaksanaan Muludan Tiga Masjid menjadi momentum istimewa lantaran pertama kalinya rangkaian dari tiga masjid dipertemukan dalam satu perayaan yang berpusat di Masjid Agung Al-Ittihad.

Dengan demikian, ia pun mengajak masyarakat agar tidak berhenti pada kemeriahan perayaan, tetapi menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasullullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono menyampaikan, keterlibatan jajaran Pemkot Tangerang menjadi wujud kebersamaan dalam menyemarakkan Maulid sekaligus merawat tradisi keagamaan dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

“Kita bersalawat dan merayakan Maulid bersama. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan keteladanan Rasullullah SAW semakin hadir dalam kehidupan kita,” ujarnya.

Dalam rangkaian penutupan tersebut, kemeriahan turut terlihat melalui kirab gunungan yang bergerak dari sejumlah titik menuju Masjid Agung Al-Ittihad. Kirab melibatkan tiga masjid, yakni Masjid Jami Kalipasir, Masjid Raya Al-A’zhom, dan Masjid Agung Al-Ittihad.

Antusiasme masyarakat terlihat saat rombongan kirab tiba di lokasi. Warga turut menyambut arak-arakan dan berebut gunungan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam memeriahkan peringatan Maulid Nabi.

Ketua Panitia Maulid Tiga Masjid, Farhan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kegembiraan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tahun ini menjadi pelaksanaan keempat Maulid Tiga Masjid yang digelar secara kolaboratif.

Ia menjelaskan, Masjid Jami Kalipasir dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Tangerang. Masjid Agung Al-Ittihad menjadi ruang berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan, sementara Masjid Raya Al-A’zhom menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kota Tangerang.

“Ketiga masjid ini menjadi masjid yang ikonik. Kami berkolaborasi supaya masyarakat Tangerang secara umum tidak terbatas oleh administrasi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, atau Kabupaten Tangerang. Semua bisa bersama-sama, guyub dan bersatu dalam rangka merayakan kelahiran Rasulullah,” katanya.

Selain memperkuat kebersamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menjaga tradisi masyarakat Tangerang. Kirab perahu dan gunungan menjadi bagian dari budaya yang terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Kita sebagai masyarakat Tangerang punya tradisi yang luar biasa. Ini tidak boleh hilang. Harus selalu dilestarikan agar anak cucu kita tahu bahwa di Tangerang ada kegiatan yang melibatkan banyak orang dan untuk kemaslahatan bersama,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung meriah bersama para alim ulama, santri, dan elemen masyarakat ini, menjadi bagian dari tradisi Muludan yang telah dirawat warga Kalipasir sejak 1939. Salah satunya melalui ngarak perahu maulud yang diiringi lantunan salawat sepanjang perjalanan.

Di penghujung muludan, masyarakat yang hadir turut dijamu dengan 3.000 ribu porsi nasi kebuli untuk dimakan bersama sebagai wujud syukur, menguatkan kebersamaan dan silaturahmi.

Penulis: HisyamEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *