Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Aksi Demo, Warga Desak Pemkot Tangsel Relokasi TPA Cipeucang

0 200

Tangsel, PenaMerdeka – Puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Serpong Peduli (FMSP) melakukan aksi demonstrasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang Tangerang Selatan (Tangsel), mereka mendesak Pemkot Tangsel supaya merelokasi TPA tersebut.

Bahkan warga juga menuntut terhadap Pemkot Tangsel segera menutup TPA Cipeucang, karena disinyalir menjadi sumber penyakit.

Abdul Manaf Kordinator aksi mengatakan, banyak permasalahan yang muncul akibat menumpuknya sampah di TPA tersebut. Selain bau busuknya yang menyengat saat musim penghujan datang ternyata aliran air dari sampah TPA kerap menggenangi ke pemukiman warga.

“Aktifitas masyarakat terganggu dan warga juga disuguhi bau tidak sedap setiap harinya. Akhirnya warga banyak yang sudah terserang penyakit,” ujarnya

Menurutnya akibat bau yang tidak sedap itu, usaha kuliner masyarakat setempat lumpuh akibat bau yang tidak sedap. Pelanggan mereka banyak yang kabur.

“Warga menuntut agar Pemkot Tangsel segera menutup atau memindahkan TPA Cipeucang kita berikan waktu kepada pemerintah seperti Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) melakukan kajian terlebih dahulu,” katanya menegaskan.

Dalam kesempatan itu kata Andul Manaf warga sudah mengambil sampel air yang sedang diperiksa di laboratorium untuk membuktikan pencemaran air dan lingkungannya.

Sementara itu, Taher Rochmadi Kepala DKPP Kota Tangsel mengatakan, dirinya menyatakan sanggup untuk memenuhi berbagai tuntutan warga tersebut.

“Insya Allah saya sanggup memenuhi semua permintaan masyarakat itu,” singkat Taher didepan warga yang melakukan aksi demontrasi.

Akhirnya dalam kesempatan tersebut Kepala DKPP Tangsel menyanggupi permintaan warga. Berbarengan dilakukan proses penadatanganan oleh warga dan DKPP yang disaksikan Abdurahman, Riki Yonis dua anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel serta Kompol Didik Putra Kuncoro Kapolsek Serpong.

Taher juga menjelaskan dalam perjanjian itu warga meminta kepada pihaknya dengan memberikan tenggang waktu selama tiga bulan dalam menanggulangi persoalan bau sampah itu.

“Ini menjadi evaluasi bagi kami dalam hal melakukan pengelolaan sampah, dan kami sanggupi semua permintaan warga dalam kurun waktu tiga bulan untuk meminimalisir bau sampah yang selama ini dikeluhkan oleh warga,” tandasnya. (herman/deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

HPN
Loading...