HGN ads Bekasi

Antisipasi Harga Pangan Stabil, Rumah Sayur Bakal Dibentuk

0 254

Tangsel, PenaMerdeka – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal membentuk Rumah Sayur. Program ini akan direalisasikan tahun depan. Tujuannya memangkas rantai distribusi penyaluran sayuran ke pasar-pasar tradisional.

Sistem distribusi dari petani hingga ke konsumen kerap dimanfaatkan oknum spekulan. Buntutnya, alur distribusi sayuran tidak stabil sehingga harga komoditi sayuran di pasaran melonjak.

Sekretaris Disperindag Kota Tangsel Malikuswari mengatakan, jalur distribusi lumayan panjang. Mulai dari petani, tengkulak, pedagang besar di pasar induk, baru sampai ke pedagang pasar tradisional.

”Kondisi itu pun tak pelak membuat pemkot kesulitan mengontrol harga pangan. Belum lagi persoalan harga yang menjadi tak terkendali. Adanya rumah sayur ini untuk memangkas distribusi,” katanya, Minggu (21/11).

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Rohidin mengatakan, rumah sayur hadir untuk menstabilkan harga dan membantu pedagang dalam mewujudkan komoditi dengan harga murah. Dengan didirikan rumah sayur, pedagang di pasar tradisional dapat langsung mendapatkan barang dari tangan petani.

Di Kota Tangsel, ada enam pasar tradisional. Yakni Pasar  Ciputat, Serpong, Jombang, Cimanggis, Bintaro Sektor 2, serta Gedung Hijau. Pedagang di pasar-pasar tersebut setiap hari harus membeli atau menunggu pasokan barang dari pasar induk di Jakarta, Bogor, atau Kota Tangerang.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan program ini, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pasar Tangsel menunjuk Pasar Ciputat sebagai pilot project atau program percontohan.
”Pedagang di enam pasar secara bertahap akan bekerja sama dengan rumah sayur. Jadi kita seakan punya enam pasar induk. Nantinya juga kita layani penjualan ke daerah lain seperti Jakarta,” ungkapnya.

Koordinator Rumah Sayur, Husein Hamidy menambahkan, setiap hari barang diantar kelompok tani rekanan atau dijemput langsung rumah sayur. Pergerakan harga tetap mendapat pengawasan secara ketat. Dengan begini, kontrol harga dapat dengan mudah dilakukan.

Saat ini, tim rumah sayur melakukan survei ketersediaan sayur ke beberapa daerah. Peninjauan akan dilakukan apabila ada titik yang dapat mengakomodir kebutuhan pasar di Kota Tangsel.

”Kita sekarang sedang lakukan survei di daerah Bandung Barat. Petani lebih memilih bekerjaama dengan pemerintah ketimbang tengkulak, karena lebih aman,” ungkapnya. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE