TANGSEL, PenaMerdeka – Upaya menangkal bahaya terorisme dan radikalisme menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel, menggelar musyawarah antar umat beragama se- Kota Tangerang Selatan bertempat di aula Kantor Kementrian Agama, Kamis (15/12).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Salman Faris Kepala Badan Kesbangpolinmas, Akp. Gun Gun Gunadi Kasat Intelkam Polres Tangsel, Forum Pemuda Lintas Agama (FLPA) dan Puluhan Pendeta yang ada di Kota Tangsel.
Salman Faris Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlingdungan Masyatakat (Kesbangpolinmas) Tangsel mengatakan, bagi masyarakat yang ingin melakukan perayaan natal dan tahun baru. Pihaknya menyarankan untuk segera melakukan kordinasi dengan pihak kepolisian dan juga disekitar lingkungannya.
“Tentunya dengan diadakannya kegiatan musyawarah antar umat ini diharapakan dapat menumbuhkan kerukunan dan juga keamanan bagi umat bergama yang berbeda, dan nantinya kegiatan ini akan diadakan juga oleh Walikota di rapat muspida. Nanti kan yang ikut rapat itu ada dari Kecamatan juga tentunya dari Bu Wali sendiri akan mengintruksikan ke bawahannya untuk memyampaikan informasi tersebut sampai ke tingkat RT dan RW,” katanya.
Sementara itu, Abdul Rozak Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel menghimbau bagi pengusaha yang memiliki karyawan muslim untuk tidak memaksa karyawannya untuk mengunakan atribut perayaan Natal.
“Sesuai dengan fatwa MUI pusat nomor 56 Tahun 2016 tentang hukum mengunakan atribut keagamaan non-muslim,” ujarnya di sela musyawarah antar umat tersebut.
Ia juga menjelaskan bagi karyawan yang dipaksa oleh perusahannya untuk melakukan atribut Natal nantinya perusahaan tersebut bakal di sangsi oleh pihak Kepolisian.
“Jadi bagi karyawannya yang muslim juga harus menolak bila perusahaanya memaksa untuk mengunakan atribut Natal,” pungkas Abdul Rozak. (herman)







