TANGSEL, PenaMerdeka – Program Rusun, tingginya minat investasi rumah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berdampak pembagian rumah yang tidak merata. Solusinya adalah dengan menggarap rumah susun (Rusun) yang bisa menampung dalam kapasitas banyak.
Kepala Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Kota Tangsel Dendi Priyandana mengatakan, pihaknya terus mencari solusi agar ketersediaan tempat tinggal bisa terus ada. Misal pengembang wajib menyediakan rusun dengan membuat pernyataan kesanggupan. Ini bertujuan agar pengembang sungguh-sungguh menyediakan rusun.
”Selain itu juga harga bidang rusun harus murah. Akses ke lokasi strategis,” katanya, saat ditemui di acara Implementasi Hunian Berimbang, di Serpong, Kamis (15/12) kemarin .
Kata dia, strategi program rusun beriringan dengan usaha dalam memeratakan jumlah rumah. Selain itu, ia juga menyampaikan sasaran yang akan menerima kebijakan intensif yang ditetapkan.
Kepala Seksi Pemantauan Rumah Tunggal dan Deret, Sub Direktorat Fasilitasi Hunian Berimbang Diaz Rosanno mengatakan, ketidakseimbangan rumah disebabkan kebutuhan yang semakin meningkat. Sementara harga dari bidang rumah semakin mahal.
Ia berharap kebijakan pemkot dapat memenuhi tiap kebutuhan hunian setiap lapisan masyarakat.
Selain itu Diaz mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan sebuah lingkungan yang dapat dihuni semua masyarakat.
”Semua mayarakat Tangsel punya hak yang sama untuk tinggal di Tangsel” ujarnya. (deden)







