Pemkab Bekasi Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Perkuat Satgas Antisipasi Antraks

0

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka – Kepala Seksi (Kasi) Peternakan, Perikanan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Wina Listiani menegaskan, penyakit Antraks dari hewan tidak dapat menular secara mudah kepada manusia.

Langkah untuk antisipasi antraks dan bebas dari bakteri penyakit yang menyerang kepada hewan tersebut pihak Dinas Ketahanan Pangan memperkuat koordinasi satuan tugas (satgas) kesehatan hewan ternak yang berada di tingkat kelurahan.

Hal ini ditegaskan menyusul adanya temuan bakteri penyakit antraks yang menyerang sejumlah hewan di Jogjakarta.

Untuk di Kota Tangerang sendiri tambah Wina, masing-masing kelurahan ada satuan tugas (Satgas) kesehatan hewan yang fungsinya apabila terjadi hewan yang mencurigakan terjangkit penyakit antraks bisa melapor pada satgas antisipasi antraks tersebut.

“Nanti pihak kelurahan akan melapor ke satgas kesehatan tingkat kecamatan dan selanjutnya akan ditangani oleh dokter hewan dari Dinas Pertanian yang membidangi kesehatan hewan,” tandasnya.

Ia juga mengklaim kalau peternak yang ada di Kota Tangerang sudah mempunyai pengalaman, jadi untuk antisipasi antraks mereka selalu berusaha supaya hewan ternak mereka tidak terkena penyakit antraks.

Dinas Ketahanan Pangan tetap melakukan antisipasi dan sosialisasi agar masyarakat tidak resah. Menurut Wina ada tiga penyebab jika manusia terjangkit bakteri ini, yakni melalui kulit, oral (pencernaan) dan pernapasan.

Ia melanjutkan, penularan antraks melalui kulit dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan spori bakteri yang melekat pada kulit, daging, tulang dan darah hewan ternak yang sakit.

“Tetap sebagai persoalan yang harus segera diantisipasi. Makanya untuk pengawasan hewan ternak tetap berjalan,” ujar Wina kepada PenaMerdeka.com beberapa waktu lalu.

Untuk pengawasan hewan yang masuk melalui Bandara dan antar pulau sebagai bagian dari upaya antisipasi antraks, merupakan tanggung jawab pihak karantina. Sedangkan, dinas terkait hanya memberikan suport saja.

Soal dokumen surat-surat untuk hewan yang masuk antar pulau sudah ada cek poin status, yakni dari dokter pengawas hewan.

“Kalau ada hewan dalam keadaan sakit maka akan segera ditangani kecuali hewan yang ilegal penanganannya akan sulit,” terangnya. (yuyu)

PDAM Tirta Benteng
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

et, neque. dolor. fringilla odio mattis ut dolor adipiscing venenatis ipsum suscipit