Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Lantaran Tidak Disetorkan, Polisi Tangkap Terduga Penggelapan Alat Masak

0 88

TANGSEL,PenaMerdeka – Aris Kuswandi (32) pria asal Bandung ini terpaksa dipolisikan lantaran melakukan penggelapan alat masak senilai Rp8,8 juta. Karyawan PT Indovest Inti Perkasa, perusahaan yang bergerak di bidang distributor perkakas rumah tangga ini menjual produknya ke RS Permata Pamulang.

Kasubbag Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri mengatakan penangkapan kepada terduga pelaku penggelapan alat masak, tersebut pada Kamis (9/2) lalu di Kantor PT Indovest Inti Perkasa, kawasan Alam Sutera, Serpongutara, Tangerang Selatan.

“Tersangka melakukan penggelapan perlengkapan alat masak merupakan uang perusahaan hasil pembayaran dari RS Permata Pamulang,” ujarnya, Minggu (12/2).

Mansuri menambahkan, penangkapan tersebut berdasarkan lapran dari Manager perusahaan Kurniawan yang menjadi penerima kuasa Direktur PT Indovest Inti Perkasa dugaan penggelapan uang yang dilakukan tersangka ke Polsek Serpong, Rabu (8/2) lalu.

”Kejadian ini terjadi pada Desember 2016. Tersangka (Ar-red) melapor kepada manajemen bahwa transaksi penjualan barang di RS Permata Pamulang sisa uang Rp8,8 juta akan dibayarkan pada 28 Januari 2017 dari total Rp27 juta.

Namun hingga tanggal yang dijanjikan terduga penggelapan alat masak tersebut hingga waktu yang ditentukan belum juga disetorkan.

“Curiga, pihak perusahaan menanyakan hal tersebut ke RS Permata Pamulang,” katanya.

Ia menambahkan, pelaporan kasus penggelapan tersebut setelah, perusahaan bertemu dengan pihak RS Permata Pamulang. Diterangkan sudah membayar kepada tersangka dengan cara transfer ke rekening tersangka sambil menujukkan bukti transfer.

”Setelah mengetahui perbuatan tersangka lalu perusahaan melakukan pengecekan dimana ditemukan kerugian perusahaan. Merasa karyawan tersebut melakukan penggelapan alat masak dari perusahaan pihak manajemen akhirnya melaporkan ke polisi,” terangnya.

Barang bukti yang diamankan yakni tiga bendel faktur, satu bendel surat perjanjian kerja sama, satu lembar surat pernyataan, dan satu lembar foto bukti transfer.

”Saat ini tersangka diamankan di Polsek Serpong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sangkaannya pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara,” ujarnya. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...