Pilkada Serentak, Momen Partai Pengusung Ajari Demokrasi Cerdas

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – 101 penyelenggaraan Pilkada 2017 serentak di Indonesia sudah masuk tahapan rekapitulasi di KPUD masing masing wilayah. Sejumlah pihak menekankan supaya partai pengusung Pilkada mencontohkan sikap demokrasi cerdas kepada masyarakat.

“Seharusnya partai pengusung mempunyai tanggung jawab moril secara sportif rela kalah, penting untuk pembelajaran demokrasi yang santun,” kata Enny Suhaini, pengamat politik asal UMT Kota Tangerang ketika dikonfirmasi PenaMerdeka.com, Rabu (1/3).

Kalau ada calon atau partai pengusung lantas menggunakan upaya ke Mahkamah Konstitusi (MK) itu bagian mencari kebenaran dan diatur dalam Undang-undang.

Tapi kalau dalam aturan menyebutkan ada standar porsentasi selisih dalam perolehan suara pengajuan perkara Pilkada ke MK sebaiknya kata Enny harus diikuti aturannya jangan lantas kita memaksakan kehendak. Ini salah satu upaya memaksimalkan pemberdayaan demokrasi cerdas.

“Akhirnya menimbulkan gejolak radikalisme masyarakat melampiaskannya keluar, terjadi konflik horizontal. Kasihan masyarakat, kan sistem pemerintahan harus berjalan,” ucap Enny.

Dosen sosiologi ini menjelaskan, karena sama-sama kecewa, kemudian masyarakat berkumpul lalu terakumulasi berbuat anarkis. Bahaya kalau seperti itu, letupan konflik antara kelompok pendukung pasangan calon bisa terjadi.

Sekarang ini menurutnya, sudah ada salah satu pasangan calon yang ingin menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang (PSU), mengissukan adanya dugaan money politik dan jenis pelanggaran lainnya.

Partai pengusung sudah harus memberi pencerahan demokrasi cerdas bahwa konsekwensi dalam sebuah kompetisi adalah ada yang menang dan kalah.

“Kalau sudah ditetapkan secara prosedural harus menerima. Kalaupun dianggap ada kesalahan tempuh mekanisme hukum yang sudah ditetapkan,” katanya menegaskan.

Politisi yang harus berperan untuk memberikan politik yang maju, politisi menurutnya memang berada dalam partai pengusung.

Namun yang kerap terjadi dilapangan, calon dalam perhelatan Pilkada kerap menekankan harus menang dengan berbagai upaya.

“Tidak ada sistem demokrasi cerdas kalau mainset (pemikiran) para konstituen dan timses dibenaknya bahwa ‘jagonya’ memang harus menang. Maka itu kita harus menekankan kepada partai pengusung supaya memberikan pencerahan kepada grassroot dan yang lainya,” tandas Enny. (wahyudi)

Disarankan
Click To Comments