Pasutri Terdakwa Kasus Vaksin Palsu Dituntut 12 Tahun Penjara

BEKASI, PenaMerdeka – Tujuh dari 20 terdakwa, diantaranya pasangan suami-istri Hidayat Taufiqurrahman dan Rita Agustina, dalam sidang tuntutan kasus vaksin palsu oleh Jaksa Penuintut Umum dituntut hukuman penjara 12 tahun di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin, (6/3).

Dalam sidang pembacaan tututan tersebut Jaksa penuntut umum Andi Adikawira menyatakan Rita dan Hidayat bersalah, sesuai dengan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, lantaran melakukan tindak pidana kesehatan.

“Menyatakan terdakwa saudara Hidayat Taufiqurrahman dan saudari Rita Agustina, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kesehatan,” kata Jaksa penutut umum Andi.

Dikatakannya, kedua terdakwa pasutri itu tanpa memiliki izin edar dan dianggap dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan produk farmasi dan atau alat kesehatan. Sebagaimana dakwaan primer, keduanya dianggap telah melanggar Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Rata-rata para terdakwa kasus vaksin palsu dituntut dengan hukuman penjara 8 hingga 12 tahun dengan denda sebesar Rp300 juta hingga Rp1 miliar subsider hukuman penjara 6 bulan.

Tuntutan ini, menurut Andi sudah sesuai dengan pertimbangan jaksa yang telah menghadirkan saksi-saksi untuk mengungkap fakta persidangan yang sebelumnya telah digelar. Dari pernyataan para saksi itu yang terdiri dari kepolisian, BPOM, Kementerian Kesehatan, saksi ahli pidana termsuk para saksi dari perusahaan farmasi PT Aventis, Biofarma dan perusahaan swasta GSK serta kesaksian sejumlah terdakwa kasus vaksin palsu.

Dakwaan pada sidang sebelumnya, Hidayat dan Rita didakwa memproduksi 5 jenis vaksin palsu sejak 2010 hingga Juni 2016 yang dilakukan di tempat tinggal mereka di Jln Kumala II Blok M29, RT 9 RW 35 Perumahan Kemang Pratama Regency, Bekasi.

Sementara itu terkait dengan kasus vaksin palsu ini pengadilan Negeri Bekasi akhirnya membacakan berkas tuntutan terhadap 14 terdakwa. Sidang digelar setelah sempat ditunda selama sebulan. (penamas/dbs)

Click To Comments