Komplotan Perampok Alfamart di Tangerang Tertangkap di Bandung

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka.com – Komplotan perampok bersenjata tajam yang melakukan aksinya di sebuah minimarket Alfamart, Jatiuwung, Kota Tangerang pada pekan lalu berhasil ditangkap di daerah Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (25/03/2017) lalu.

Pihak kepolisian yang berhasil mengamankan ke 5 tersangka yang berinisial EA, HT, MR, AK dan MA setelah melakukan pemeriksaan dari kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang sudah terpasang di toko tersebut.

“Kelima komplotan rampok sadis itu masih di Bandung, konfirmasi dulu sama kasat Resesrses Kriminal. Besok saya infokan kembali,” kata Triyani Handayani Kepala Bagian Humas Polres Metro Tangerang Kota saat dihubungi melalui sambungan aplikasi Whatsapnya. Selasa (28/03).

Kata Tri, karena komplotan rampok tersebut tidak hanya melakukan aksi kejahatannya di wilayah Tangerang saja.

“Pelaku melakukan aksinya di wilayah Banten dan Jawa Barat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kompol Budi Agung Laksono Kapolsek Jatiuwung mengatakan, Berdasarkan hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV) petugas Polsek Jatiuwung langsung bergegas untuk mencari tahu nomor Polisi mobil yang digunakan oleh komplotan perampok itu serta dilakukan penegjaran.

Dari hasil peyelidikan, kawanan perampok itu sudah pernah melakukan aksi yang serupa di daerah Cilegon, Karawang, Cirebon, Cikopo, Dago dan terakhir Tangerang sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh petugas kepolisian.

“Sudah tujuh kali mereka (Komplotan perampok sadis) melakukan aksi kejahatannya dengan menggunakan senjata tajam dan mengenakan penutup wajah. Komplotan itu bahkan tak segan melukai korbannya,” terangnya.

Seperti diketahui, pada Rabu (22/03/2017) lalu. Sebuah toko modern Alfamart di Jalan Gatot Subroto KM 7,5, Kelurahan Jatake, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang disatroni komplotan perampok bersenjata tajam.
Dalam melakukan aksinya keempat orang itu sempat melakukan penyekapan terhadap pegawai Alfamart serta berhasil mengambil barang-barang serta uang dengan jumlah kerugian mencapai Rp 45 juta. (herman)

Disarankan
Click To Comments