DPRD Minta Pemkot Tangerang Gusur Tempat PSK Kali Prancis

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka.com – DPRD Kota Tangerang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang segera melakukan penertiban bangunan liar di Kali Prancis, Rawa Bokor, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Pasalnya di atas lahan itu kini berdiri bangunan liar dan menjadi tempat mangkalnya para PSK Kali Prancis.

Agus Setiawan, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Tangerang mengatakan, Pemkot Tangerang harus segera menertibkan bangunan liar tersebut apalagi saat ini dijadikan tempat mesum lantaran setiap malamnya ada kegiatan pekerja seks komersial (PSK). ditambah dengan beredarnya minuman keras. Jadi kata Agus jangan ditunda-tunda lagi waktu penertibannya.

“Karena kota kita ini bermotokan Ahlakul Karimah, jadi kalau memang ada bangunan liar apalagi dijadikan lokalisasi tempat PSK Kali Prancis segera lakukan penertiban. Jangan sampai karena persoalan ini nantinya akan mencoreng nama baik kota yang kita cintai ini,” ujar Agus saat ditemui diruang Komisi I DPRD Kota Tangerang, Kamis (30/3) kemarin.

Dalam hal ini lanjut Agus, Satuan Polisi Pamung Praja (Satpol PP) Kota Tangerang harus segera menertibkan bangunan liar itu, kalau yang menjadi kendala penertiban dan penggusuran karena persoalan lahannya segera lakukan kordinasi dengan pemilik lahan.

“Yaa kalau bangunan tempat mangkalnya PSK itu lahannya milik PT Angkasa Pura II, kami harapkan Pemkot segera lakukan kordinasi supaya proses penertiban tersebut cepat terlaksana,” ungkapnya.

Apalagi menurut Ketua Fraksi PDI-P ini juga menegaskan, tempat bisnis esek-esek tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat setempat.

“Sekali lagi saya minta Satpol PP segera menertibkan dan menggusur tempat mangkalnya PSK dan peredaran minuman keras itu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, tempat PSK atau kegiatan prostitusi di Benda, Kota Tangerang memang sudah lama di keluhkan masyarakat setempat. Masyarakat kerap menyebut nama PSK Kali Prancis lantaran lokasinya berdekatan dengan Kali Prancis. Dikabarkan sempat ada razia dan pembongkaran tetapi lantaran dinilai tidak tuntas akibatnya kegiatan esek esek kembali menjamur.

“Saat siang hari pelaku esek-esek kali Prancis berbaur dengan masyarakat. Sulit diditeksi, jam operasinya sekitar jam 21:00 WIB atau 22:00 WIB. Tapi yang pasti mereka juga sudah berbaur dengan masyarakat. Dan kami sudah resah,” kata Marwan Firmansyah, tokoh masyarakat Benda kepada PenaMerdeka.com beberapa waktu lalu.

Marwan melanjutkan, bahwa keberadaan bisnis esek-esek Kali Prancis di kawasan Rawa Bokor dan Benda memang difasilitasi dengan karaoke mini dan miras di wilayah itu.

“Mereka kebanyakan pindahan dari Dadap KabupatenTangerang. Para wanita penghibur bisnis esek-esek sudah banyak masuk ke hampir seluruh gang-gang di wilayah itu. Mereka juga tinggal di kawasan itu, kebanyakan memang bukan asli warga setempat,” kata Marwan.

Kawasan itu kata Marwan merupakan wilayah perbatasan dari tiga daerah yakni DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Kawasan itu lahannya merupakan milik dari PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta.

Tempat psk kali Prancis seharusnya bisa ditertibkan oleh kedua pihak yakni AP II dan Pemkot Tangerang. Demi kemaslahatan misalkan di bangun juga sarana ibadah dan lainnya.

“Lahannya kalau bisa kan bisa dijadikan RTH atau sarana lainnya termasuk pembangunan Masjid, karena di wilayah itu minim sekali sarana ibadahnya, kan bermanfaat. Selesaikan masalah ini, jangan sampai berbuatnya tanggung-tanggung,” kata Marwan berharap. (herman)

Disarankan
Click To Comments