Masyarakat Pertanyakan Efektivitas Satgas Pungli di Kabupaten Tangerang

KABUPATAEN TANGERANG- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia PERMAHI cabang Tangerang, bersama-sama LBH Situmeang menggelar udiensi dengan Wakapolres Kota Tangerang membahas soal Efektivitas Satgas Pungli di wilayah Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Ketua Umum DPC Permahi Tangerang, Mareti Waruwu mengatakan, bahwa keberadaan Satgas yang di bentuk berdasarkan Perpres No. 87/2016 dalam pelaksanaannya dirasa belum memberikan dampak yang signifikan.

“Faktanya masih terdapat beberapa instansi-instansi Pemerintah Daerah yang melakukan pungutan-pungutan yang sifatnya melanggar hukum. Efektivitas Satuan Tugas (Satgas) Sapu bersih (Saber) Pungutan liar (pungli) belum maksimal,” Rabu (5/04).

Mareti melanjutkan, Satgas Saber Pungli  yang sudah dibentuk dianggap belum berpihak kepada masyarakat bawah, khususnya dalam bidang birokrasi di Kabupaten Tangerang. Kenyataannya anggota masyarakat sama sekali tidak mengetahui mekanisme dan teknis pelaporan pada Satgas Saber Pungli. Ujar Mareti.

“Faktanya sekarang ini kan efektivitas Satgas Pungli di Kabupaten Tangerang belum intens melakukan tindakan-tindakan preventif untuk memberantas pungli, baik itu yang terjadi di intansi-intansi maupun SKPD yang berada di bawah Pemkab Kabupaten Tangerang,” lanjut Mareti.

Irwan Bani perwakilan LBH Situmeang mengungkapkan efektivitas Satgas Pungli di Kabupaten Tangerang harus lebih giat mensosialisasikan fungsi, peran demi pencegahan terjadinya tindakan yang merugikan masyarakat.

“Karena pungli adalah penyakit cikal bakal terjadinya kejahatan korupsi,” tandas Bani.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam Pasal 3 Perpres No. 87/2016 tentang Satgas Saber Pungli, disebutkan bahwa satgas tersebut harus menyelengarakan fungsi, Intelijen, pencegahan
penindakan dan yustisi. (sarinan)

Disarankan
Click To Comments