LPA se-Banten Upayakan Penghilangan Trauma Korban Pemerkosaan

KABUPATEN TANGERANG, PenaMerdeka – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) bergerak cepat dalam memberikan advokasi terhadap para anak penderita trauma korban pemerkosaan yang dilakukan baru-baru ini oleh ayah kandungnya sendiri di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Disebutkan LPA, hal itu sudah menjadi kewajiban pengurus LPA se-Banten dari tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Menurut Ketua LPA Banten, Iip Syafrudin, pihaknya akan mengadvokasi kepentingan hak anak, serta melaksanakan upaya-upaya penghilangan trauma korban pemerkosaan pada anak.

“Kita akan coba untuk komunikasikan ini dengan Ketua LPA Kabupaten Tangerang yakni Ibu Kholidah,” ujar Iip, Kamis (06/4).

Terkait dengan proses hukum, Iip menegaskan, tentu ini harus ditindak oleh aparat hukum agar bisa disangkakan pasal 81-82 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Bahkan majelis hakim bisa untuk dipertimbangkan agar memberikan hukuman tambahan satu pertiga (1/3) dari putusan majelis.

“Pasalnya karena pelakunya adalah bapak kandung korban sendiri yang tentu seharusnya menjaga, merawat dan membesarkan anak dengan baik. Supaya jumlah penderita trauma korban pemerkosaan diminimalisir, ” jelas Iip.

Sementara Ketua LPA Kabupaten Tangerang, Kholidah menambahkan, pihaknya sangat prihatin atas peristiwa seorang anak yang diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri.

Menurutnya, perlu adanya upaya pendidikan seks yang komprehensif, bukan hanya dikalangan anak dan remaja, tetapi masyarakat umum.

“Kami akan segera upayakan melakukan pendampingan terhadap korban. Bidang Advokasi juga langsung meluncur menemui korban yang kebetulan rumahnya masih berdekatan,” tandas Kholidah.

Diketahui, masa depan RF seketika hancur berkeping-keping. Gadis berusia 16 tahun ini diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri, RS (57) yang tinggal di Perum Permata Balaraja RT 010/001 Desa Saga, Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Sekarang ini, diyakini trauma korban pemerkosaan oleh RS diupayakan dapat hilang dan dikabarkan sebelumnya ia tinggal satu rumah dengan pelaku.

Korban terpaksa tidak bisa mengelak hawa nafsu bejat sang ayah. Karena gadis malang ini diancam akan dipukul dan dibunuh. (sarinan)

Disarankan
Click To Comments