Ditolak Warga, DPMTSP Tangerang Sebut Supermarket GS Sudah Kantongi Ijin

0 597

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka – Terkait penolakan warga Cluster Pajajaran terhadap pembangunan Supermarket GS di Jalan KH Hasym Ashari persis depan pintu masuk Taman Royal II, Cipondoh, pihak perizinan Kota Tangerang mengklaim bahwa belum adanya izin dari warga setempat merupakan bukan kewenangan dinasnya.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kota Tangerang izin mendirikan bangunan (IMB) yang sudah dikeluarkan oleh instansi tersebut dijalankan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Sebelum kami keluarkan izinnya tentu pada saat mengajukan permohonan izin itu sudah lengkap semua persyaratannya, seperti UKL/UPLnya itu sudah dikantongi oleh mereka (pengusaha). Pada intinya kami disini mengeluarkan izinnya itu sudah dengan ketentuan aturan yang berlaku,” ujar Karsidi Kepala Dinas (DPMTSP) Kota Tangerang kepada PenaMerdeka.com, Senin (10/4) kemaren.

Menurutnya, pihaknya dalam mengeluarkan izin itu berpatokan pada syarat-syarat yang memang sudah menjadi persyaratan dalam proses pengajuan izin. Sementara ketika ditanyakan soal izin dari warga Perumahan Taman Royal II  yang terakhir bahkan melakukan aksi demo memprotes keberadaan pembangunan Supermarket GS kata Karsidi sebaiknya ditanyakan kepada Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Tangerang.

Pasalnya kata Karsidi, karena sebelum masuk dalam persyaratan UKL/UPL harus mengantongi izin lingkungan dahulu lantas mengurus IMB.

Diberitakan sebelumnya, warga Perumahan Taman Royal II menolak pembangunan Supermarket GS di Jalan KH. Hasyim Ashari Kelurahan Poris Pelawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Pasalnya, pembangunan toko modern itu dianggap belum mengantongi rekomendasi dari warga setempat. Selain itu pembangunan diatas lahan seluas 3250 M2 tersebut dilakukan sampai malam hari hingga menggangu kenyamanan warga.

“Kita sudah memberikan peringatan dengan mendatangi pihak pengelola agar jam kerja jangan sampai larut malam,” ujar Sumanto salah satu warga Cluster Pajajaran Taman Royal 2, Minggu (09/04).

Kata Sumanto, selama ini warga tidak pernah diminta rekomendasi pembangunan supermarket GS ini, bahkan pengurus RT maupun RW dilingkungan sekitar tidak pernah diminta rekomendasi, Kita juga mempertanyakan apa yang menjadi dasar Pemkot Tangerang dapat mengeluarkan Izin Mendirikan Pembangunan (IMB) kalau tidak ada rekomendasi dari warga.

“Kalau tidak ada rekomendasi dari warga sini seharusnya jangan diterbitkan IMB dulu,” ungkapnya.

Warga juga sempat melakukan orasi dan melakukan penyegelan dengan cara menempelkan spanduk yang berisi tulisan penolakan warga terhadap pembangunan GS supermarket tersebut.

“Jika tidak ada tanggapan dari pihak pengelola dan Pemerintah kota Tangerang terkait pembangunan supermarket yang ditolak warga, kami akan melakukan aksi blokir jalan,” paparnya. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE