Kemendikbud Terima 17 Laporan Kebocoran UN

JAKARTA,PenaMerdeka – Ada sebanyak 17 pengaduan di antaranya mengenai isu kebocoran soal Ujian Nasional (UN), dan itu diakui Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Daryanto. Laporan kebocoran UN tersebut kata Daryanto akan ditindaklajuti.

“Kebocoran soal ujian yang berasal dari Pulau Jawa dan Sumatera. Dari 17 laporan tersebut, sebanyak empat laporan mengenai isu kebocoran soal dan empat aduan mengenai kunci jawaban,” ujar Daryanto di Jakarta, Senin (10/4).

Agar lebih dipastikan menurut Daryanto, Laporan Kebocoran UN tersebut Kemendikbud masih menelusuri kebocoran apakah dari Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) atau Ujian Nasional kertas pensil (UNKP).

“Soal UNBK kecil kemungkinannya untuk bocor karena soal-soalnya baru bisa diunduh 30 menit sebelum ujian berlangsung. Untuk permasalahan tekhnis kami mengakui menjadi catatan laporan terbanyak. Saat ini kami baru menerima pengaduan dari masyarakat,” ungkap Daryanto.

Permasalahan aduan atau laporan kebocoran UN terkait teknis adalah kerap adanya pemadaman listrik, ujian susulan, gagal “login” hingga kesalahan nama.

Ari Santoso, Kepala Biro Kerja sama Layanan Masyarakat (BKLM), mengklaim pihaknya menerima laporan sebanyak 98 kendala teknis pada pelaksanaan UNBK seperti pemadaman listrik, gagal login dan lainnya.

Persoalan laporan kebocoran UN disebutkannya dalam sesi pertama kali ini juga memang menjadi temuan terbanyak dari BKLM.

“Jumlah ini kecil sekali, jika dibandingkan dengan jumlah sekolah yang mengikuti UN yang mencapai 30.000 lebih,” ujar Ari. (deden/dbs)

Disarankan
Click To Comments