Truth : Bongkar Skandal SK Honorer Palsu Sekda Tangerang Selatan

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Sejumlah pihak mendorong supaya aparat membongkar kasus pencatutan tandatangan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel). Skandal SK Honorer Palsu dilakukan untuk pengangkatan tenaga kerja honorer dengan bubu tandatangan Sekda.

Menurut Suhendar, pengamat hukum asal Universitas Pamulang, Tangsel, ada 2 tindak pidana dalam kasus tersebut. Pertama pemalsuan tanda tangan yang tertera dalam Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Dan yang kedua korupsi pemerasan dengan menggunakan tandatangan palsu.

“Penyidik kepolisian dan kejaksaan sudah dapat memulai penyelidikan dan penyidikan berdasarkan pemberitaan media, apalagi Sekda sendiri sudah tahu korban SK palsunya, tinggal dikembangkan saja, maka skandal SK honorer palsu beserta pelakuknya diyakini bisa terungkap,” kata Suhendar, yang juga Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (Truth), Senin (10/4).

Akan semakin sempurna jika Sekda sendiri yang melapor selaku pihak yang paling dirugikan sehubungan tandatangannya dipalsukan.
Sehingga kata Suhendar, sejatinya tidak ada alasan Sekda untuk tidak melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum demi membongkar skandal SK honorer palsu. Karena dalam kasus ini tidak mungkin juga hanya melibatkan 1 orang saja.

“Kecuali ada kepentingan lain dibalik SK pengangkatan tenaga honorer di Pemkot Tangsel,” kata calon Doktor hukum ini menandaskan.

Sebelumnya Sekda Kota Tangsel sempat marah, pasalnya belakangan beredar isu ada surat keputusan pengangkatan tenaga kerja honorer dengan tanda tangan dirinya.

“Keterlaluan tanda tangan saya dipalsukan untuk mencari keuntungan pribadi kepada sejumlah tenaga honorer melalui surat keputusan pengangkatan yang diduga dipalsukan oleh oknum pegawai,” ujar Sekda Kota Tangsel Muhammad kepada wartawan, pekan kemarin.

Seperti diketahui di Pemkot Tangsel sekarang memang tengah ada atau dilakukan pemberkasan terhadap tenaga honorer karena jumlah tenaga kerja honorer di kota pecahan Kabupaten Tangerang tersebut sudah banyak sehingga membebani kas daerah.

Kasus skandal SK honorer palsu disebutkan ada delapan orang korban tenaga honorer yang melaporkan masalah ini kepada Sekda. Setiap pegawai honorer diiming-imingi mendapatkan surat keputusan pengangkatan tenaga kerja honorer dengan pungutan biaya Rp 20 juta/orang. (deden)

Disarankan
Click To Comments